Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

MTs Muhita Gelar Pelatihan Peningkatan Potensi Guru melalui Penulisan Berita

Iklan Landscape Smamda
MTs Muhita Gelar Pelatihan Peningkatan Potensi Guru melalui Penulisan Berita
Para peserta pelatihan penulisan berita MTs Muhammadiyah 1 Taman (Muhita) berdiskusi dalam praktek membuat berita, Kamis (25/09/2025). (Moch Ziah Ulhaq/PWMU.CO).
pwmu.co -

Dalam upaya meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, MTs Muhammadiyah 1 Taman (Muhita) menggelar pelatihan penulisan berita yang diikuti oleh seluruh guru pada Kamis (25/09/2025).

Kegiatan ini berfokus pada peningkatan keterampilan guru dalam menulis untuk kebutuhan media dan komunikasi sekolah, seiring dengan semakin besarnya peran publikasi di era digital.

Lebih lanjut, pelatihan ini mendapat sambutan antusias dari para guru. Setelah sholat dhuhur berjamaah, mereka sudah berkumpul di ruang kelas untuk mengikuti sesi workshop yang terpandu oleh Heni Dwi Utami sebagai narasumber dengan latar belakang jurnalistik dan komunikasi.

Beri Pemahaman Praktis Menulis Berita

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman praktis mengenai cara menulis berita yang sesuai dengan kaidah jurnalistik, serta bagaimana menyesuaikan gaya bahasa dengan kebutuhan media sekolah.

Dalam sambutannya, Kepala MTs Muhita Mohammad David El Hakim SThI MPd menyampaikan bahwa kemampuan menulis berita bukan hanya tugas jurnalis. Tetapi juga keterampilan penting bagi guru.

Menurutnya, guru tidak hanya berperan sebagai pendidik di dalam kelas, melainkan juga sebagai penyampai informasi tentang berbagai aktivitas positif sekolah kepada masyarakat luas.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap guru-guru mampu menulis berita dengan baik, sehingga setiap kegiatan sekolah dapat dipublikasikan secara menarik, informatif, dan sesuai kaidah penulisan” ujarnya.

Pelatihan berlangsung dalam dua sesi utama. Pada sesi pertama, narasumber menyampaikan materi dasar mengenai penulisan berita. Mulai dari pentingnya menerapkan unsur 5W+1H (Who, What, Where, When, Why, dan How), teknik menyusun judul yang menarik, hingga cara menulis lead yang efektif.

Sesi kedua lebih menekankan pada praktik langsung secara kelompok. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk menulis berita berdasarkan sebuah peristiwa atau kegiatan yang pernah dilakukan di sekolah.

Setelah itu, hasil tulisan mereka dibacakan dan dipresentasikan bersama kelompok. Narasumber memberikan umpan balik terkait struktur berita, pilihan diksi, serta alur penyampaian informasi. Dengan metode ini, guru tidak hanya menerima teori, tetapi juga berlatih secara nyata.

Narasumber dalam kegiatan ini menyampaikan motivasi yang membekas di benak peserta. Ia mengutip sebuah pesan inspiratif: “Jika kau bukan anak raja, bukan anak ulama besar, maka menulislah”.

Pesan tersebut mengingatkan bahwa menulis adalah jalan mulia untuk meninggalkan jejak, menyebarkan ilmu, dan memberi manfaat yang luas kepada masyarakat.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Buka Wawasan Baru dalam Menulis

Para guru merasa pelatihan ini sangat bermanfaat. Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini membuka wawasan baru dalam menulis.

“Selama ini kami sering membuat laporan kegiatan sekolah, tetapi masih dalam bentuk narasi sederhana. Setelah mengikuti pelatihan, kami lebih memahami bagaimana cara menulis berita yang sesuai standar media, sehingga tulisan bisa lebih menarik untuk dibaca” ungkapnya.

Selain meningkatkan keterampilan menulis, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat citra positif MTs Muhita di mata masyarakat.

Dengan publikasi yang baik, masyarakat dapat lebih mengetahui berbagai prestasi, kegiatan, dan inovasi yang dilakukan madrasah. Hal ini selaras dengan semangat madrasah untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan tantangan zaman.

Di akhir kegiatan, Kepala Madrasah menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru yang telah berpartisipasi dengan penuh semangat. Ia menekankan bahwa kemampuan menulis adalah keterampilan jangka panjang yang perlu terus diasah.

“Kami ingin setelah pelatihan ini, guru-guru tidak berhenti menulis. Sebaliknya, mari kita jadikan kebiasaan menulis berita sebagai bagian dari budaya sekolah” ujar David.

“Dengan begitu, setiap kegiatan kita dapat terdokumentasi dengan baik sekaligus menjadi sarana komunikasi yang efektif,” tuturnya.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, MTs Muhita menunjukkan komitmennya untuk terus mengembangkan potensi guru, tidak hanya dalam bidang akademik. Tetapi juga dalam bidang komunikasi dan publikasi.

Harapannya, pelatihan ini menjadi langkah awal untuk membangun tradisi literasi dan publikasi yang kuat di lingkungan sekolah.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

1 Tanggapan

Search
Menu