Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Muchamad Arifin: Jari-Jari Kader Muhammadiyah Harus Bergerak untuk Dakwah Digital

Iklan Landscape Smamda
Muchamad Arifin: Jari-Jari Kader Muhammadiyah Harus Bergerak untuk Dakwah Digital
Ketua LDK PP Muhammadiyah, Arifin saat memberikan sambutan pembukaan. (Alfain/PWMU.CO)
pwmu.co -

LDK Muhammadiyah!” teriak Ketua LDK PP Muhammadiyah Muchamad Arifin MAg. Serentak peserta yang memenuhi Gedung BPSDM Jawa Timur, Sabtu (30/8/2025), menjawab lantang, “Luar biasa!” sambil mengepalkan tangan.

Sorak-sorai itu menjadi pembuka penuh energi bagi berlangsungnya Akademi Da’i Digital Muhammadiyah ke-2, program Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah: Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Timur, hingga Sulawesi Selatan. Mereka adalah kader Muhammadiyah dan pengurus LDK yang diproyeksikan menjadi da’i digital, pendakwah yang piawai berdakwah melalui media sosial.

Suasana yang Menggetarkan

Muchamad Arifin dalam sambutannya mengaku tergetar sejak awal acara. Bukan hanya oleh lantunan ayat suci al-Quran dari qari tunanetra yang fasih membacanya, tetapi juga ketika lagu Sang Surya dikumandangkan dengan penuh semangat.

“Rasanya luar biasa, sampai membuat merinding. Energi itu harus kita bawa untuk menyalakan semangat dakwah digital,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, Arifin juga menghidupkan forum dengan pantun berbahasa Indonesia. Salah satunya berbunyi:

Bunga melati harum mewangi,

Tumbuh mekar di tepi halaman.

Akademi ini kita hadiri,

Satukan semangat dakwahkan kebenaran.

Tepuk tangan pun bergemuruh, membuat suasana kian cair.

Dakwah Digital Itu Keharusan

Menurut Arifin, perkembangan teknologi digital tidak bisa dibendung. Karena itu, dakwah Muhammadiyah harus hadir di ruang virtual.

“Kalau kita tidak mewarnai dunia digital dengan konten positif, maka ruang itu akan dipenuhi hal-hal negatif, mulai dari pornografi hingga ujaran intoleran,” tegasnya.

Ia menambahkan, Akademi Da’i Digital didesain agar peserta mampu membuat konten kreatif setiap hari. “Minimal jari-jari kita bergerak di gadget untuk berdakwah. Kalau majelis tabligh berdakwah lewat mimbar, maka da’i digital berdakwah lewat layar,” ujarnya.

Belajar Serius tapi Gembira

Arifin pun menegaskan, 70 persen dari kegiatan akademi ini adalah praktik langsung, sementara sisanya teori penunjang. Untuk memecah kebekuan, ia bahkan sempat mengajak peserta melakukan “tes HP” dengan cara memasukkan tanggal lahir ke kalkulator.

Candaan itu disambut gelak tawa, sekaligus mempererat keakraban antar peserta dari berbagai daerah.

Menuju Generasi Da’i Digital

Hadir dalam pembukaan acara ini, Ketua PP Muhammadiyah Dr KH Sa’ad Ibrahim MA yang memberikan dukungan penuh. Ia berharap Akademi Da’i Digital melahirkan kader yang mampu berdakwah dengan gaya segar namun tetap berlandaskan nilai Islam berkemajuan.

Dua hari pelatihan ini menjadi awal perjalanan panjang. Dari Jawa Timur, Akademi Da’i Digital akan berlanjut ke Palembang dan berbagai wilayah lain.

Seperti yel-yel yang terus digaungkan sepanjang acara:

Hadir, Mencerahkan, Menggembirakan!”

Begitulah wajah baru dakwah Muhammadiyah di era digital. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu