Ahad (3/8/2025) suasana pagi yang sejuk dengan suhu 17°C di Kota Batu menjadi saksi semangat para siswa SMP Muhammadiyah 8 Batu (Mudeba) dalam mengikuti kegiatan Sunday School: Laskar As-Sunnah, program kokurikuler unggulan sekolah yang digelar setiap hari Ahad.
Sebanyak 102 siswa dari kelas 7A, 8A, dan 9A menjadi peserta pada pelaksanaan pekan ini. Program ini merupakan implementasi dari 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yakni: tidur lebih awal, bangun pagi, beribadah, berolahraga, gemar belajar, bermasyarakat, dan makan sehat bergizi.
Kegiatan dimulai sejak pukul 04.00 WIB, bertempat di Masjid Attaqwa Kota Batu. Para siswa menunaikan shalat sunnah sebelum Subuh, dilanjutkan dengan shalat Subuh berjamaah yang dipimpin oleh Ustadz Baharudin Syaban, Imam Besar Masjid Attaqwa sekaligus guru agama Mudeba.
Dalam shalat tersebut, Surat Al-Hujurat dan Al-Haqqah dilantunkan dengan penuh kekhusyukan, menciptakan nuansa ibadah yang dalam.
Usai shalat, siswa mengikuti kultum singkat dari Ustadz Baharudin, lalu melanjutkan dengan dzikir pagi dan murojaah al-Quran bersama guru Tajdid. Pukul 06.00, para siswa menghadiri Kajian Ahad Pagi yang dibawakan oleh H dr Thontowi Djauhari MKes, dengan tema “Mental Healing“.
Dalam kajiannya, dr Thontowi menekankan pentingnya menjaga kesehatan jiwa, berpikir positif, serta memperkuat ibadah sebagai kunci ketahanan diri.
Tak sekadar mendengarkan, para siswa aktif mencatat poin-poin penting dalam lembar kerja yang telah disediakan. Kegiatan dilanjutkan dengan jalan sehat menuju lingkungan sekolah dan ditutup dengan sarapan pagi bersama di halaman SMP Mudeba.
“Kegiatan ini membentuk karakter siswa yang Islami dan sehat, serta menguatkan kolaborasi antara sekolah dan keluarga,” ujar salah satu guru pendamping.
Program Sunday School: Laskar As-Sunnah ini digelar secara bergiliran setiap pekan, melibatkan 3–4 kelas dari total 19 kelas yang ada di Mudeba.
Program ini menjadi bagian dari visi sekolah dalam mencetak generasi Laskar As-Sunnah—siswa yang cinta sunnah, taat ibadah, dan kuat dalam karakter serta akhlak.
Sejumlah orang tua juga turut hadir dan mengikuti shalat Subuh berjamaah serta kajian pagi. Partisipasi aktif wali murid ini memperkuat sinergi antara pendidikan rumah dan sekolah dalam membentuk kepribadian siswa.
“Anak saya jadi lebih disiplin bangun pagi dan semangat beribadah. Kami sebagai orang tua merasa terbantu dan terinspirasi,” ungkap salah satu wali murid.
Dengan komitmen yang kuat dan pelaksanaan yang konsisten, Mudeba terus menjadi pelopor pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam di Kota Batu.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments