
PWMU.CO – Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan menggelar Rapat Kerja Tahun Ajaran 2025/2026 pada Senin (23/6/2025) bertempat di Ruang Rapat MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Mudir Panti Asuhan dan Pondok Pesantren (PA dan PP) Al Mizan Muhammadiyah Lamongan, Mujianto MPdI serta Wakil Mudir II, Anggun Imanto MPd.
Dalam sambutannya, Mujianto mengawali dengan ungkapan rasa syukur atas nikmat sehat yang menurutnya merupakan karunia terbesar setelah iman dan Islam.
“Dengan sehat, kita punya peluang memberikan pelayanan terbaik. Dengan sehat pula kita bisa menentukan mau menjadi insan berprestasi atau tidak,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen pondok untuk melakukan muhasabah terhadap perjalanan satu tahun terakhir dan menatap ke depan dengan semangat perubahan dan perbaikan.
“Gerakan kita selama setahun kemarin pasti menimbulkan kekuatan, daya, bahkan mungkin gesekan. Tapi justru dari situ kita berkembang,” ungkapnya.
Mujianto juga menekankan bahwa pelayanan yang diberikan kepada santri, wali santri, dan masyarakat sekitar harus dilandasi oleh tiga kekuatan utama:
Satu, Kekuatan Cinta. Menurutnya, cinta adalah bekal utama dalam mendidik dan menghadapi berbagai karakter santri maupun tantangan pelayanan.
“Kalau menghadapi masalah dengan cinta, bukan emosi, maka kita bisa menemukan solusi yang ramah. Seperti orang tua menghadapi anaknya yang rewel: tetap dilayani dengan kasih sayang,” tuturnya.
Dua, Kekuatan Keyakinan akan Masa Depan. Ia menyebut bahwa seluruh aktivitas pendidikan adalah proses menanam.
“Hari ini kita menanam kebaikan, insyaallah besok kita panen. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa motivasi ini penting agar para pendidik tetap semangat dan tidak merasa lelah dalam berjuang.
Tiga, Kekuatan Amanah kepada Allah. Mujianto menegaskan bahwa tanggung jawab pendidikan adalah bagian dari amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah.
Bahkan ketika mendisiplinkan santri, ia mengajak semua pihak tetap melihatnya sebagai bagian dari upaya perbaikan dan pembelajaran, bukan semata-mata hukuman.
“Menangani ratusan lebih santri, termasuk anak panti, tentu tidak mudah. Tapi justru di situlah ladang amal kita. Nabi sendiri menjamin surga bagi orang yang mengasuh anak yatim dengan penuh kasih,” pesannya memberi motivasi.
Dengan mengusung tema “Pendidikan Kader Ramah”, Mujianto berharap seluruh program pondok tahun ini berorientasi pada pembentukan karakter santri yang santun, tangguh, dan siap menjadi kader-kader persyarikatan dan bangsa.
“Kita bukan hanya melayani, tapi juga menyiapkan masa depan. Maka mari kita isi setiap langkah dengan cinta, visi, dan amanah,” pungkasnya penuh semangat. (*)
Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments