Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan pertemuan dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi, di Kantor Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Senin, (6/4/2026).
Pertemuan ini membahas dukungan terhadap keamanan dan kelancaran pelaksanaan ibadah haji tahun 2026.
Ketua PP Muhammadiyah, M. Sa’ad Ibrahim, menegaskan komitmen Muhammadiyah dalam mendukung pelaksanaan haji yang aman dan tertib.
“Muhammadiyah mendukung jaminan atas keamanan pelaksanaan haji tahun ini,” ujarnya usai pertemuan.
Dalam kesempatan tersebut, Sa’ad juga menyampaikan keyakinannya bahwa Kerajaan Arab Saudi memiliki kapasitas untuk memastikan ibadah haji berjalan dengan baik. Ia berharap seluruh rangkaian ibadah haji 2026 dapat berlangsung lancar tanpa hambatan berarti.
Pertemuan ini turut dihadiri Ketua Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) PP Muhammadiyah, M. Ziyad, serta Sekretaris LPHU PP Muhammadiyah, Marjuki Al Jawiy.
Sementara itu, Dubes Arab Saudi, Faisal bin Abdullah Al-Amudi, menyampaikan bahwa hubungan antara Muhammadiyah dan Arab Saudi selama ini terjalin erat dan berkelanjutan, terutama dalam bidang pendidikan dan keagamaan.
Terkait pelaksanaan haji, ia memastikan bahwa seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, meskipun kawasan Timur Tengah tengah menghadapi dinamika geopolitik.
“Alhamdulillah persiapan pelaksanaan haji 2026 masih sesuai rencana dan Insya Allah tidak ada perubahan. Kerajaan Arab Saudi dalam kondisi aman dan stabil,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Dubes Faisal juga memaparkan perkembangan terkini situasi di Timur Tengah, khususnya konflik yang melibatkan Iran serta Amerika Serikat dan Israel. Ia menilai kondisi tersebut memberikan dampak luas, tidak hanya bagi kawasan Teluk, tetapi juga terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tindakan serangan terhadap negara-negara di kawasan, termasuk negara-negara Arab dan negara-negara Islam, merupakan hal yang tidak dapat diterima.
Ia juga menyoroti sikap Iran yang dinilai kontradiktif karena menyerukan solidaritas kepada negara-negara Muslim, namun di saat yang sama tetap melakukan serangan terhadap negara-negara tetangganya.
“Permintaan solidaritas tersebut menjadi kontradiktif ketika di saat bersamaan masih terjadi serangan terhadap negara-negara Islam,” tegasnya.
Dengan adanya komunikasi ini, diharapkan sinergi antara Muhammadiyah dan Pemerintah Arab Saudi semakin kuat dalam mendukung pelaksanaan ibadah haji yang aman, nyaman, dan khusyuk bagi seluruh jamaah, khususnya dari Indonesia. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments