Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Muhammadiyah Hadirkan Oe Upun di TTS, Layani 500 Jiwa dan Perkuat Persatuan Warga

Iklan Landscape Smamda
Muhammadiyah Hadirkan Oe Upun di TTS, Layani 500 Jiwa dan Perkuat Persatuan Warga
Peresmiian sumber mata air kedua bernama Oe Upun di Desa Tliu, Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Krisis air yang selama ini membayangi warga Desa Tliu, Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), perlahan terurai.

Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meresmikan sumber mata air kedua bernama Oe Upun, Senin (10/2/2026), yang kini melayani lebih dari 500 jiwa dan menjadi simbol kolaborasi lintas elemen serta perekat harmoni di tengah kemajemukan masyarakat.

Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin menjelaskan, mata air ini merupakan sepenuhnya digunakan dan untuk kebermanfaatan masyarakat Desa Tliu.

Sumber mata air ini diberi nama Oe Upun. Yamin mengungkapkan, nama itu digunakan karena sumber mata air ini yang dikelilingi pohon mangga. Dia berharap dengan pengelolaan yang lebih rapi, akan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Dengan adanya yang kedua ini, baik dengan pertama dan yang kedua itu di angka 116, dari sekitar 230 KK (Kepala Keluarga). Alhamdulillah sumber mata air ini sudah melayani sampai lebih dari 500 jiwa,” katanya seperti dilansir di laman resmi PP Muhammadiyah.

Pada kesempatan ini Yamin menyampaikan syukur kepada Allah SWT, serta berterima kasih kepada berbagai pihak yang ikut berpartisipasi dalam program ini seperti Universitas Muhammadiyah (UM) Kupang, PWM NTT, dan masyarakat sekitar.

“Dan ditopang-didukung juga oleh Danone Indonesia. Kolaborasi ini menghadirkan sumber mata air yang insyallah bisa memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Apresiasi untuk masyarakat diberikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Timur (NTT), Mukhsin Masri. Khususnya ke Suku Ita yang mengikhlaskan sumber mata air di lahannya digunakan bagi masyarakat luas.

Untuk diketahui, sumber mata air kedua yang diberi nama Oe Upun ini berada di lahan milik Suku Ita. Meski berada dalam satu administrasi Desa Tliu, namun adat istiadat tetap dijalankan dengan bijak.

“Semoga sumber mata air ini dapat memberi manfaat dengan baik. Di sisi lain juga untuk tetap menjaga kekompakan,” pesan Mukhsin.

Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Kupang, Nazaruddin Malik ikut berbahagia dan tergugah. Sehingga ke depan lokasi ini diharapkan akan merasakan dampak dari UM Kupang.

“Kami berharap Universitas Muhammadiyah Kupang nanti bisa melanjutkannya dengan membangun lingkungan dan ekonomi yang bisa mendorong masyarakat lebih produktif,” katanya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Air menurutnya merupakan salah satu kebutuhan dasar yang mendesak bagi manusia. Namun di beberapa tempat di NTT, air masih menjadi masalah tersendiri dan menunggu untuk diberikan solusi.

Sementara itu, Senior Manager Public Affair and Sustainability Danone Indonesia, Firman Kusuma mengapresiasi Muhammadiyah, khususnya MPM PP yang berkolaborasi untuk memberi manfaat.

Dia menjelaskan, kerja sama ini telah dijalankan sejak 2023 dan berharap akan terus dilanjutkan. Terlebih program penyediaan untuk air sebagai kebutuhan mendasar bagi kehidupan manusia.

Rasa syukur juga dipanjatkan oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Amanuban Timur, Abdul Kadir. Kehadiran Muhammadiyah di tempat tinggalnya tidak hanya bermanfaat bagi muslim, tapi bagi semua.

“Semoga dengan adanya sumber mata air yang kedua ini, dapat merekatkan persatuan umat beragama di desa kami semakin kuat,” ungkapnya.

Sebagai tetuah di kawasan yang majemuk, Abdul Kadir mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar yang dihadapi warga Desa Tliu.

Segendang sepenarian dengan Abdul Kadir, senyum merekah terlihat pada wajah Kepala Suku Ita, Semi Ita. Dirinya didaulat menyambut rombongan MPM, UM Kupang, PWM NTT, serta Danone Indonesia dengan berkuda.

“Tentu kami ikut senang, kami memiliki tanah bermanfaat untuk kita-kita semua. Terbantu oleh semua – majelis pemberdayaan Muhammadiyah,” katanya.

Setelah menjemput rombongan dengan berkuda, Semi Ita kemudian menyambut kedatangan tamu dengan bahasa Banam yang dibacakan olehnya serta masyarakat Suku Ita yang lain.

Sumber mata air Oe Upun menjadi satu kesatuan dengan program MPM Feto Mone. Oe Upun terintegrasi dengan sumber mata air Oe Bone, Oe Fau, serta sumber mata air Zam-zam atau Ahmad Yamin yang pertama kali ditemukan MPM PP Muhammadiyah.(*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu