Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Muhammadiyah Historical Walk Ampel Edition Kunjungi Masjid Taqwa dan TK-SD Mufidah

Iklan Landscape Smamda
Muhammadiyah Historical Walk Ampel Edition Kunjungi Masjid Taqwa dan TK-SD Mufidah
Para peserta MHW Ampel Edition mengunjungi Masjid Taqwa, TK-SD Mufidah. Foto: Wildan/PWMU.CO
pwmu.co -

Majelis Pustaka, Informatika, dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur sukses menggelar Muhammadiyah Historical Walk Batch #2 Ampel Edition pada Ahad (21/12/2025). Salah satu destinasi yang dikunjungi dalam kegiatan ini adalah Masjid Taqwa dan TK-SD Mufidah yang berlokasi di Jalan Kalimas Udik IC No. 1, Surabaya.

Kepala Yayasan KH Mas Mansyur, H. Agus Rusidy, menceritakan perjalanan sejarah berdirinya TK-SD Mufidah. Ia menyampaikan bahwa usia Masjid Taqwa dan TK-SD Mufidah bahkan lebih tua dibandingkan RS PKU Muhammadiyah Surabaya.

“Masjid Taqwa dan TK-SD Mufidah usianya lebih tua dari RS PKU Muhammadiyah Surabaya. Jika RS PKU kini berusia 101 tahun, maka Sekolah Mufidah sudah berdiri sebelum itu,” tuturnya.

Agus menjelaskan bahwa dalam kurun waktu satu tahun terakhir, TK-SD Mufidah berhasil melakukan renovasi bangunan hingga tampil seperti saat ini. Dalam pengelolaannya, Sekolah Mufidah pada awalnya berdiri atas dasar wakaf keluarga. Namun, untuk menghindari potensi konflik kepentingan, status tersebut kemudian diubah menjadi wakaf umum.

“Karena itu, kami membuka wakaf tidak hanya dari keluarga, tetapi juga dari saudara-saudara muslim lainnya,” sambungnya.

Ia juga mengisahkan bahwa pada masa KH Mas Mansyur masih hidup, tidak semua orang berani mendaftarkan diri ke Sekolah Mufidah. Hal itu disebabkan sosok KH Mas Mansyur yang sangat disegani, serta adanya kriteria masuk yang tidak mudah.

“Beliau adalah tokoh yang sangat dihormati, sehingga untuk bisa bersekolah di sini dulu tidaklah mudah,” jelas Agus.

Pria yang juga aktif di Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gayungan tersebut menambahkan bahwa saat ini Sekolah Mufidah menargetkan akreditasi A. “Insyaallah, tahun depan kami menargetkan akreditasi A,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MPID Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya, Andi Hariyadi, mengungkapkan bahwa kawasan Ampel yang selama ini dianggap tidak memiliki jejak Muhammadiyah, justru menjadi salah satu titik awal perkembangan Muhammadiyah di Surabaya.

“KH Mas Mansyur merupakan sosok yang sangat dihormati. Ketika Muhammadiyah Cabang Surabaya berdiri pada tahun 1921, KH Ahmad Dahlan sendiri yang melantik beliau,” terangnya.

Kini, sekolah peninggalan KH Mas Mansyur tersebut dapat dikunjungi di Jalan Kalimas Udik IC No. 1, Nyamplungan, Surabaya. Adapun KH Mas Mansyur dimakamkan di Kompleks Sunan Ampel, Surabaya, bersama Ketua Umum PBNU pertama, KH Hasan Gipo. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu