
PWMU.CO – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan kehormatan dari Pimpinan Zheng He International Peace Forum (ZIPF), Prof Hai Yun Ma, Jumat (20/6/2025).
Pertemuan berlangsung di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta dan menjadi ruang dialog strategis tentang peran umat Islam dalam perdamaian global.
Forum ini dirancang sebagai wadah internasional untuk membahas isu-isu umat Islam global, khususnya di kawasan Timur Tengah dan Tiongkok.
Muhammadiyah, melalui forum ini, ingin menghimpun para akademisi guna terlibat aktif dalam diskursus strategis lintas negara.
Ketua PP Muhammadiyah, Prof Syafiq Mughni, menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Ia menjelaskan, Zheng He Forum merupakan inisiatif penting yang mempertemukan para intelektual muslim dari berbagai belahan dunia.
“Saya bersama Prof Hai Yun Ma, seorang akademisi dari Frostburg State University, Amerika, berdiskusi tentang rencana penyelenggaraan Zheng He Forum. Forum ini sangat strategis untuk membicarakan isu-isu dunia Islam, Timur Tengah, dan masyarakat Muslim Tiongkok,” jelasnya.
Prof Syafiq menambahkan, forum ini juga membuka peluang kerja sama konkret antara Muhammadiyah dan ZIPF. Bahkan, telah terjalin Memorandum of Understanding (MoU) beberapa waktu lalu, yang memperkuat hubungan kedua belah pihak.
“Beberapa kali kami diundang dalam forum internasional di berbagai negara. Banyak tema yang diangkat sangat penting, meskipun sebelumnya luput dari perhatian kita. Ini peluang besar bagi Muhammadiyah untuk tampil dalam forum internasional dengan isu-isu strategis umat,” ungkapnya.
Terkait lokasi penyelenggaraan Zheng He Forum selanjutnya, Prof Syafiq menyebutkan ada kemungkinan dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) atau Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
“Beliau (Prof Hai Yun Ma) juga sedang menjajaki komunikasi langsung dengan para rektor di lingkungan Muhammadiyah,” imbuhnya yang dikutip dalam Muhammadiyah.or.id.
Sementara itu, Prof Hai Yun Ma memaparkan bahwa forum ini telah sukses digelar di sejumlah negara seperti Malaysia, Pakistan, Kazakhstan, Dubai, dan Surabaya pada 2019. Ia menekankan pentingnya forum ini sebagai jembatan pertukaran pemikiran global.
“Saya berharap Muhammadiyah dapat memainkan peran sentral dalam forum ini untuk mendiskusikan isu-isu global terkait Islam, termasuk pembangunan sosial, pertukaran budaya, dan keamanan global,” ujar akademisi asal Amerika itu.
Dalam diskusi, Prof Hai Yun Ma juga menyinggung isu hangat konflik Israel-Iran yang berdampak luas pada dunia Islam. Ia mengkritisi lemahnya peran lembaga-lembaga internasional dalam merespons konflik tersebut.
“Lembaga seperti PBB tidak lagi efektif. Dunia Islam harus mulai memikirkan strategi pertahanan, termasuk teknologi strategis seperti nuklir, sebagai langkah preventif dan perlindungan,” tegasnya.
Pertemuan ini menandai langkah strategis Muhammadiyah untuk terus memperkuat kontribusinya dalam percaturan global, bukan hanya dalam bidang pendidikan dan dakwah, tetapi juga sebagai aktor penting dalam mendorong perdamaian dunia. (*)
Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Azrohal Hasan






0 Tanggapan
Empty Comments