Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Muhammadiyah-Salafi: Mengapa Titik Pisah, Bukan Titik Temu?

Iklan Landscape Smamda
Muhammadiyah-Salafi: Mengapa Titik Pisah, Bukan Titik Temu?
pwmu.co -
Ali Trigriyatno di depan jamaah Pengajian Ahad Pagi PDM Kabupaten Trenggalek. Muhammadiyah-Salafi: Mengapa Titik Pisah, Bukan Titik Temu? (Kamas Tontowi/PWMU.CO)

Dampak Salafi pada Muhammadiyah

Ali Trigriyatno menerangkan, perbedaan tersebut ada yang tipis dan besar. Dan berdampak pada Muhammadiyah. Dia lalu memberi contoh dampak yang bisa melemahkan paham Muhammadiyah.

“Mereka terkadang menyerang HPT sebagai produk lokal,” ujarnya.

Pemahaman mereka juga ngrecoki. Contohnya tentang zakat profesi. Zakat profesi dalam salafi tidak ada padahal Lazismu sering mengambil pemasukan zakat profesi dari pengurus Muhammadiyah yang banyak terdiri dari pegawai negeri sipil (PNS).

Ali Trigriyatno memberi contoh kasus lagi seorang guru di AUM (amal usaha Muhammadiyah) yang berpaham salafi. Dia mengatakan bahwa drumband adalah bid’ah. “Padahal alat drumband tersebut baru saja lunas,” ungkapnya.

Dampak lainnya adalah membingungkan jamaah. Seorang ustadz yang mengatakan formasi shalat tarawih 4-4-3 salah. Yang benar 2-2-2-2-2-1. “Maka jamaah akan bingung karena di dalam masjid yang sama,” ujarnya. (*)

Editor Mohammad Nurfatoni

https://pwmu.co/246533/07/05/masuknya-virus-salafi-ke-jantung-muhammadiyah/


Iklan Landscape UM SURABAYA

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu