Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan rasa duka cita yang sangat mendalam atas wafatnya Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PP Muhammadiyah, Dr. Arif Budimanta.
Almarhum berpulang ke Rahmatullah pada Sabtu, 6 September 2025 pukul 00.06 WIB di Jakarta. Kepergian Arif menjadi kehilangan besar, bukan hanya bagi Muhammadiyah, tetapi juga bagi bangsa Indonesia yang mengenalnya sebagai seorang ekonom terkemuka, akademisi, sekaligus tokoh kebangsaan.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, mengenang almarhum sebagai pribadi yang jernih, rendah hati, dan senantiasa mengutamakan kepentingan yang lebih besar daripada dirinya sendiri.
“Almarhum adalah pribadi yang jernih, rendah hati, dan selalu mengutamakan kepentingan yang lebih besar. Dengan dedikasi dan keikhlasannya, almarhum banyak memberikan kontribusi positif dalam mengembangkan Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah,” ujar Haedar.
Haedar juga mendoakan agar segala amal ibadah dan karya pengabdian almarhum diterima sebagai amal saleh yang terus mengalir pahalanya.
“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah, pengabdian, dan karya-karya almarhum sebagai amal saleh yang berpahala jariyah. Semoga Allah melapangkan kuburnya, menerangi dengan cahaya rahmat-Nya, serta menempatkannya di sisi-Nya yang mulia bersama orang-orang beriman. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga senantiasa dikaruniai kekuatan, kesabaran, dan ketabahan, serta dilimpahi rahmat dan keberkahan dalam menjalani kehidupan ke depan,” kata Haedar.
Arif Budimanta bergabung dengan Muhammadiyah melalui kiprahnya di bidang ekonomi. Pada Muktamar Muhammadiyah ke-48 tahun 2022, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PP Muhammadiyah untuk periode 2022–2027.
Selain itu, Arif juga pernah dipercaya sebagai Staf Khusus Presiden Joko Widodo bidang ekonomi (2019–2025), di mana ia turut memberikan masukan strategis terkait kebijakan ekonomi nasional.
Pemikirannya yang tajam dan visi ekonomi berbasis keadilan sosial membuatnya dihormati lintas kalangan, baik di akademisi, dunia usaha, maupun organisasi masyarakat.
Latar Belakang Pendidikan dan Karier
Arif Budimanta lahir di Medan, 15 Maret 1968. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Ilmu Tanah dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1990.
Kemudian, dia melanjutkan pendidikan Magister Ekonomi Sumber Daya Alam di Universitas Indonesia (1996), dan menyelesaikan gelar Doktor di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (2006).
Selain menempuh pendidikan formal di dalam negeri, Arif juga memperdalam ilmu di luar negeri. Ia mengikuti studi keuangan di University of Chicago dan menjalani Senior Executive Program di Harvard Business School, Amerika Serikat.
Kariernya cukup berwarna. Selain aktif di dunia akademik dan organisasi, Arif juga dikenal sebagai tokoh politik dan ekonom yang memiliki komitmen pada pembangunan berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan sektor usaha kecil dan menengah.
Kepergian Arif Budimanta meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Muhammadiyah, sahabat, kolega, serta masyarakat luas yang mengenalnya.
Sosoknya yang bersahaja, pemikiran yang jernih, serta komitmennya pada kemajuan bangsa membuatnya dikenang sebagai pribadi yang paripurna.
Dengan wafatnya Arif, bangsa Indonesia kehilangan salah satu putra terbaik yang telah mendedikasikan hidupnya untuk ilmu, organisasi, dan negara. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments