Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Muhammadiyah sebagai Role Model Organisasi Modern, Dr Sulthon Tekankan Akhlak dan Kepemimpinan Profetik

Iklan Landscape Smamda
Muhammadiyah sebagai Role Model Organisasi Modern, Dr Sulthon Tekankan Akhlak dan Kepemimpinan Profetik
pwmu.co -
Dr Sulthon Amien MM dalam sesi materi Baitul Arqom Dokter Muda 2025 (Rahma Ismayanti/PWMU.CO)
Dr Sulthon Amien MM dalam sesi materi Baitul Arqom Dokter Muda 2025 (Rahma Ismayanti/PWMU.CO)

PWMU.CO – Dalam sesi yang sarat nilai-nilai kepemimpinan dan spiritualitas, Dr M Sulthon Amien MM, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Surabaya, menyampaikan materi bertema “Manajemen Organisasi dan Akhlak Bermuhammadiyah” pada acara Baitul Arqom Dokter Muda (Camp Omah Tauhid) 2025 yang diselenggarakan di Hall Agro Mulia, Prigen pada Rabu (11/06/2025).

Dr Sulthon membuka presentasi dengan mengutip pengakuan Profesor Robert W Hefner dari Boston University yang menyebut Muhammadiyah sebagai organisasi agama paling sukses di dunia. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak datang secara instan, tetapi hasil dari sistem manajemen organisasi yang kokoh dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

“Tanpa Muhammadiyah, kita tidak akan mengenal Islam modern seperti hari ini,” ujarnya penuh keyakinan.

Manajemen Muhammadiyah: Modern, Efektif, dan Islami

Dr Sulthon menjelaskan bahwa sejak awal pendiriannya, Muhammadiyah telah menunjukkan kesadaran tinggi akan pentingnya manajemen. Hal ini tampak dari sistem perencanaan berjenjang mulai dari Muktamar hingga Musran, struktur organisasi yang jelas, asas kolektif kolegial, dan komunikasi internal yang efektif.

“Pemimpin dalam Muhammadiyah bukanlah figur instan, tetapi hasil dari proses kaderisasi yang panjang. Maka, teladan menjadi bagian tak terpisahkan dari kepemimpinan,” jelasnya.

Akhlak Bermuhammadiyah dan Kepemimpinan Profetik

Selain aspek struktural, Dr. Sulthon menekankan pentingnya akhlak bermuhammadiyah sebagai ruh gerakan. Menurutnya, nilai-nilai seperti kejujuran (siddiq), amanah, tabligh, dan fathonah harus menjadi karakter dasar setiap kader maupun pimpinan organisasi.

“Keislaman bukan hanya tentang Allah di dalam jiwa, tetapi juga bagaimana Islam hadir dalam perilaku nyata sehari-hari,” tuturnya.

Ia juga menyinggung pentingnya revitalisasi kader Muhammadiyah yang berkompeten secara spiritual, intelektual, sosial, dan organisatoris, sesuai dengan keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-46.

Sebagai penutup, Dr Sulthon mengutip pesan inspiratif dari Khabib Nurmagomedov: “Non-Muslim tidak membaca al Quran atau Hadis, mereka membacamu. Jadilah duta yang baik untuk Islam.” Pesan ini menggema kuat di antara peserta, mengingatkan bahwa menjadi dokter Muhammadiyah juga berarti menjadi wajah Islam itu sendiri di tengah masyarakat. (*)

Penulis Rahma Ismayanti Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu