Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Muhammadiyah Tuban Tegas Menolak Outlet 23 HWG

Iklan Landscape Smamda
Muhammadiyah Tuban Tegas Menolak Outlet 23 HWG
Lokasi Outlet Miras 23 HWG. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kabupaten Tuban selama ini dikenal sebagai daerah religius yang bertumpu pada nilai-nilai moral, kearifan lokal, dan tradisi pendidikan yang kuat. Namun, harmoni itu terusik ketika rencana pendirian outlet penjualan minuman beralkohol 23 HWG mencuat ke ruang publik. Kekhawatiran pun mengemuka, terutama terkait dampaknya bagi generasi muda dan wajah sosial Tuban ke depan.

Merespons situasi tersebut, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tuban secara resmi menyatakan penolakan terhadap rencana berdirinya dan operasional outlet tersebut. Sikap tegas itu dituangkan dalam surat pernyataan tertanggal 28 Januari 2025 yang ditujukan langsung kepada Bupati Tuban.

Dalam pernyataannya, PDM Muhammadiyah Tuban menyoroti informasi serta materi promosi 23 HWG yang beredar luas di media sosial. Outlet tersebut dinilai sebagai penjual minuman beralkohol dengan pola pemasaran agresif yang menyasar kalangan anak muda.

Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena lokasi outlet disebut tidak jauh dari sejumlah lembaga pendidikan; ruang strategis yang seharusnya menjadi pusat pembinaan karakter, moral, dan masa depan generasi muda.

Bagi Muhammadiyah, persoalan ini tidak semata soal izin usaha, melainkan menyangkut dampak sosial jangka panjang. Mulai dari perlindungan anak dan remaja, ketertiban umum, hingga terciptanya lingkungan yang aman, sehat, dan edukatif menjadi pertimbangan utama.

“Keberadaan outlet penjualan minuman beralkohol di sekitar kawasan pendidikan berpotensi menimbulkan dampak sosial yang kurang kondusif, baik dari aspek perlindungan anak dan remaja, ketertiban umum, maupun penciptaan lingkungan yang aman, sehat, dan edukatif,” tulis PDM Muhammadiyah Tuban dalam pernyataan sikapnya.

Lebih jauh, PDM Muhammadiyah Tuban menegaskan bahwa arah pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari karakter sosial masyarakat. Tuban, sebagai daerah yang religius dan berbudaya, dinilai perlu menata ruang usaha dan aktivitas ekonomi agar tetap sejalan dengan nilai moral dan kearifan lokal yang telah mengakar kuat.

Isu ini juga dikaitkan dengan agenda besar bangsa: menyiapkan Generasi Emas 2045. Menurut Muhammadiyah, generasi masa depan Indonesia tidak hanya dituntut unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral serta sehat secara jasmani dan rohani.

 “Upaya pembangunan daerah seyogianya sejalan dengan komitmen nasional dalam menyiapkan Generasi Emas 2045, yaitu generasi yang unggul secara intelektual, kuat secara moral, serta sehat secara jasmani dan rohani,” tegasnya.

Atas dasar itulah, PDM Muhammadiyah Kabupaten Tuban secara tegas menyatakan penolakan terhadap rencana berdirinya outlet miras 23 HWG. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Tuban dapat meninjau kembali dan mengevaluasi rencana tersebut secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek sosial, pendidikan, budaya, serta aspirasi masyarakat luas.

Pernyataan sikap ini ditandatangani langsung oleh Ketua PDM Muhammadiyah Tuban Drs. Masrukin, M.A. dan Sekretaris Edi Utomo, S.Pd., M.M., serta ditembuskan kepada Ketua DPRD Tuban, Kapolres Tuban, dan Kepala DPM-PTSP Kabupaten Tuban.

Di tengah arus liberalisasi ekonomi dan gaya hidup, sikap Muhammadiyah Tuban menjadi penanda bahwa pembangunan sejati bukan hanya soal pertumbuhan usaha, tetapi juga tentang menjaga nilai, melindungi generasi, dan merawat masa depan daerah. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu