Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mukjizat Al-Qur’an dan Teori Big Bang dalam Perspektif Ilmiah

Iklan Landscape Smamda
Mukjizat Al-Qur’an dan Teori Big Bang dalam Perspektif Ilmiah
Ketua PP Muhammadiyah Dr. Saad Ibrahum. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Di tengah derasnya perkembangan sains modern yang mengungkap asal-usul alam semesta melalui teori Big Bang, Al-Qur’an kembali menjadi sorotan.

Kitab suci umat Islam itu diyakini telah lebih dahulu mengisyaratkan peristiwa kosmik tersebut sejak 1.400 tahun lalu, sebagaimana ditegaskan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, KH. Dr. Saad Ibrahim, dalam program “Tausiyah Kiai Saad” di TVMu.

Kiai Saad menjelaskan, tidak ada satupun makhluk d imuka bumi yang dapat menyaingi, bahkan melampaui Al-Quran.

“Al-Quran adalah mukjizat terbesar dari Nabi Muhammad saw. Luar biasa sangat hebat. la raiba fih. Tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa,” ucap Saad pada program yang tayang Senin, (2/3/2026).

Bahkan lebih jauh, Kiai Saad menjelaskan sejak awal diturunkannya hingga akhir zaman, Al-Qur’an menghadirkan tantangan terbuka kepada siapa pun yang meragukannya untuk membuat satu surat saja yang sebanding dengannya.

Tantangan tersebut, menurut dia, menunjukkan kemukjizatan Al-Qur’an yang tak mungkin ditandingi.

“Silakan menandingi Al Quran dan datangkan satu surat saja yang sebanding dengan Al Quran. Rasanya surat terpendek yaitu Al Kautsar sudah membuktikan bahwa betapa sangat percaya dirinya Al Quran dan tidak ada makhluk satupun yang bisa menandinginya,” ujar Kiai Saad.

Bukti ini, bagi Saad benar-benar nyata. Tidak ada satupun manusia baik secaraa individual maupun berkelompok yang dapat melakukan (menandingi) Al Quran. “Al Quran sungguh melampaui zamannya,” tambah Kiai Saad.

Fenomena Big-Bang

Dalam kehidupan modern ini, siapa yang tak mengenal istilah big-bang? peristiwa astronomi ini secara ilmiah diyakini sebagai awal mula terciptanya alam semesta.

“Kira-kira 50 tahun kebelakang ini kita mengenal big-bang di mana alam semesta ini dimulai dari materi yang sangat masif, sangat padat kemudian meledak. Terjadilah ledakan besar sehingga dinamai dengan big-bang,” ujar Kiai Saad.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dia lalu mengemukakan, secara bukti ilmiah alam semesta dimulai dari materi yang sangat masif dan kemudian terjadi ledakan.

Matahari yang menyinari alam semesta ini, sebut Saad, tercipta 4,6 miliar tahun yang lalu, sementara alam semesta diperkirakan telah mencapai usia 13,8 miliar tahun.

“Setelah ledakan itu, Alam semesta terus berkembang, terus menerus bergerak, memenuhi, bahkan menciptakan ruang dan waktu,” ucapnya.

Kiai Saad menyebut peristiwa Big-Bang, bukan tanpa alasan melainkan sebagai salah satu contoh nyata peristiwa yang sudah ditulis Al Quran. Bukan 50 tahun yang lalu, melainkan telah tertulis 1.400 tahun yang lalu melalui QS. Al Anbiya ayat 30.

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya,” ucap Kiai Saad, menerjemahkan arti dari QS. Al-Anbiya ayat 30.

Melalui satu contoh peristiwa inilah, Saad menegaskan kembali bahwa Al Quran adalah mukjizat sekaligus ciptaan Allah yang otentik. Tidak mungkin diciptakan manusia, bahkan tak dapat ditandingi oleh apapun.

Mukjizat Al Quran telah menghadirkan kedalaman makna dan kesesuaiannya terhadap perkembangan zaman. Dengan demikian, Al Quran adalah cahaya bagi peradaban, sekaligus bukti nyata kebesaran Allah SWT bagi umat manusia dan alam semesta. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu