
PWMU.CO– Muktamar Nasyiah ditutup oleh Ketua Umum Aisyiyah Salmah Orbayinah bertempat di Grand Asrilia Bandung, Ahad (4/12/2022).
Dalam sambutannya Salmah Obayinah menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh formatur dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah terpilih.
Salmah Obayinah tertarik dengan tema muktamar Memajukan Perempuan Menguatkan Peradaban. ”Tema ini sepertinya ingin menguatkan komitmen Nasyiah sebagai barisan perempuan muda Muhammadiyah. Sebagai kader Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah terus menerus memberikan kontribusi bagi perkembangan generasi bangsa,” kata Bayin.
Bayin menyampaikan, catatan sejarah menunjukan terdapat keeratan relasi antara Aisyiyah dengan Nasyiatul Aisyiyah.
Di usia ke 91 tahun, menurut Bayin, Nasyiatul Aisyiyah perlu mengkokohkan diri bahwa suatu saat nanti kader Nasyiatul Aisyiyah akan menjadi kader Aisyiyah.
”Kami juga berharap, kedekatan erat Nasyiah dengan persiapan generasi emas 2045 ini nanti juga akan dijabarkan pada beberapa program. Sehingga Nasyiatul Aisyiyah di samping punya peran mengembangkan diri melalui Nasyiatul Aisyiyah, maka Nasyiatul Aisyiyah juga punya peran besar dalam mengembangkan anak-anak yang kelak akan menjadi calon generasi emas 2045,” ujarnya.
Muktamar Nasyiah ditutup ia berharap, ke depan Nasyiatul Aisyiyah dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan Aisyiyah untuk menguatkan pendidikan orang tua anak usia dini dengan pola pengasuhan yang mencerahkan dan memajukan.
Terbitkan Buku Sejarah
Ketua Umum PPNA Periode 2016-2022, Diyah Puspitarini, dalam Muktamar ke-14 Nasyiatul Aisyiyah meluncurkan buku Sejarah Nasyiatul Aisyiyah sebagai dokumentasi sejarah gerakan dan kerja nyata Nasyiah.
Dia menjelaskan, Muktamar I Nasyiah tahun 1965 diadakan juga di Bandung. Muktamar I Nasyiatul Aisyiyah dilaksanakan dengan status sebagai organisasi otonom. Maka momentum muktamar XIV ini menjadikan spirit tersendiri bagi Nasyiatul Aisyiyah sebagai organisasi perempuan muda berkemajuan.
”Penulisan buku sejarah itu selama ini menjadi salah satu cita-cita Nasyiatul Aisyiyah. Tokoh-tokoh senior Nasyiatul Aisyiyah menjadi narasumber dalam penyusunan buku ini. Banyak ketum yang kami libatkan untuk menjadi narasumber dalam penyusunan buku ini,” ujar Diyah.
”Kami menyusun buku ini selama 3 tahun di masa pandemi,” katanya.
Buku Sejarah Nasyiatul Aisyiyah ini menjadi kado Milad 94 Nasyiatul Aisyiyah. Buku ini diterbitkan kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Dibagikan kepada seluruh peserta muktamar.
Penulis buku Muhammad Anggie Farizqi Prasadana dan Iva Fauziah. Sedangkan Tim Sejarah dalam penyusunan buku ini di antaranya Diyah Puspitarini, Ariati Dina Puspitasari, Hafizhotu Diyanah, hanifa Kasih Suratman dan Faizah.
Buku Sejarah Nasyiatul Aisyiyah terdiri tujuh bagian. Bagian I Dakwah Mencerahkan Umat, Bagian II Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, Bagian III Mempersiapkan Pemimpin Perempuan Masa Depan, Bagian IV Membangun Perekonomian Bangsa, Bagian V Menguatkan Pilar Kesehatan, Bagian VI Membantu Kaum Tertindas, dan Bagian VII Memperkaya Hazanah Seni.
Penulis Sayyidah Nuriyah Editor Sugeng Purwanto





0 Tanggapan
Empty Comments