Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Munaqasah Tahfidz Spemdalas: Ikhtiar Menjaga Hafalan dan Karakter Qurani

Iklan Landscape Smamda
Munaqasah Tahfidz Spemdalas: Ikhtiar Menjaga Hafalan dan Karakter Qurani
Siswa kelas VIII Spemdalas menyetorkan hafalan saat Munaqasah Tahfidz. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Selama tiga hari berturut-turut, Selasa-Kamis (9–11/12/2025), ruang-ruang kelas SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik (Spemdalas) dipenuhi lantunan ayat suci Al-Qur’an. Kegiatan Munaqasah Tahfidz yang diikuti siswa kelas 7, 8, dan 9 tersebut berlangsung khidmat, tertib, dan penuh dinamika.

Di setiap kelas, tiga penguji duduk di meja yang telah disiapkan. Sementara itu, para siswa menunggu giliran dengan beragam cara. Ada yang duduk rapi di kursi, ada pula yang bersila di lantai. Sebagian menghafal sendiri, sebagian lain berpasangan atau dalam kelompok kecil, saling menyimak dan mengoreksi hafalan surat-surat yang telah ditentukan sesuai level kelas masing-masing. Suara hafalan mengalun pelan namun merata, memenuhi penjuru ruang dan menghadirkan suasana yang tenang serta menyejukkan.

Satu per satu, siswa maju ke hadapan penguji untuk menyetorkan hafalan. Lebih dari sekadar ujian, munaqasah menjadi ruang pembuktian atas proses panjang kebersamaan mereka dengan Al-Qur’an.

Menjaga Standar dan Capaian Tahfidz

Wakil Kepala Sekolah bidang ISMUBA (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab), Ain Nurwindasari, MIRKH, menegaskan bahwa munaqasah memiliki peran strategis dalam evaluasi tahfidz siswa.

“Tujuan utama Munaqasah Tahfidz setiap semester adalah memastikan capaian kemampuan tahfidz siswa berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan sekolah. Targetnya, setiap siswa mampu mencapai hafalan sesuai jenjang kelasnya secara terukur dan berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa standar kompetensi lulusan ISMUBA tidak hanya berorientasi pada kuantitas hafalan.

“Yang ingin kami capai adalah terbentuknya profil pelajar muslim yang berakhlak mulia, disiplin dalam ibadah, serta memiliki hafalan Al-Qur’an sesuai jenjangnya. Harapannya, siswa Spemdalas menjadi generasi yang berilmu, beramal, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” imbuhnya.

Terkait keberlanjutan program, Ain memastikan bahwa munaqasah akan terus dilaksanakan secara rutin setiap semester, dengan sejumlah penguatan ke depan.

“Ke depan akan ada penajaman rubrik penilaian serta penguatan pembimbingan tahfidz agar capaian hafalan siswa semakin optimal,” tuturnya.

Dinamika Lapangan dan Tantangan Pelaksanaan

Koordinator kegiatan, Siti Uswatul Janah, S.Pd., mengungkapkan bahwa munaqasah tahfidz tahun ini diikuti oleh 773 siswa kelas 7, 8, dan 9, dengan tingkat kehadiran yang sangat baik. Hanya 17 siswa yang tidak dapat mengikuti kegiatan karena alasan sakit atau keperluan keluarga.

Meski demikian, pelaksanaan selama tiga hari tidak lepas dari sejumlah tantangan.

“Kemampuan menghafal siswa sangat beragam, sehingga waktu yang dibutuhkan setiap anak juga berbeda. Selain itu, panitia harus siap mengantisipasi kendala mendadak, seperti penguji yang berhalangan hadir atau datang terlambat,” ujarnya.

Pengondisian siswa juga menjadi tantangan tersendiri, terutama setelah waktu istirahat.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Anak-anak cenderung asyik bermain saat kembali ke kelas, sehingga membutuhkan energi ekstra untuk menjaga suasana tetap kondusif,” tambahnya.

Dari sisi teknis, penggunaan Google Sheet sebagai instrumen penilaian bersama juga memerlukan kewaspadaan.

“Akses terbuka berisiko menimbulkan perubahan data yang tidak diinginkan, terutama jika terjadi kesalahan input atau gangguan jaringan,” jelasnya.

Sebagai bahan evaluasi ke depan, Siti Uswatul menyampaikan dua poin utama, yakni pembentukan tim khusus pengondisian siswa serta pengelompokan peserta berdasarkan capaian hafalan (tinggi, sedang, dan dasar) agar alur munaqasah lebih efektif dan lancar.

Suara dari Peserta

Bagi para siswa, munaqasah menjadi pengalaman yang menantang sekaligus bermakna. Safiratul Ulya, siswa kelas 8G, mengungkapkan bahwa pada munaqasah kali ini ia diminta menyetorkan Surat Al-Ma’arij dan Surat Nuh.

“Saya 100 persen hafal Surat Al-Ma’arij dan Surat Al-A’la pada ikhtibar sebelumnya. Surat yang menurut saya belum maksimal adalah Surat Nuh,” tuturnya.

Siswi yang akrab disapa Ira itu menilai munaqasah sangat penting untuk melancarkan sekaligus menambah hafalan. “Menurut saya, pelaksanaannya sudah bagus,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Daniyal Barra Atharrayhan, siswa kelas 8 Iodine, menyampaikan bahwa ia menyetorkan Surat At-Tariq dan Al-Ma’arij, dengan Surat Nuh sebagai surat yang masih perlu dilancarkan.

Barra juga memberikan masukan agar target hafalan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing siswa.

Menjaga Konsistensi, Merawat Proses

Munaqasah Tahfidz di Spemdalas bukan sekadar agenda evaluasi akademik, melainkan bagian dari ikhtiar panjang untuk membangun kedekatan siswa dengan Al-Qur’an. Di balik lantunan ayat-ayat suci yang terdengar di kelas setiap hari, tersimpan proses disiplin, kesabaran, dan komitmen bersama antara siswa, guru, dan sekolah, serta dukungan orang tua.

Dengan evaluasi dan inovasi yang terus dilakukan, Munaqasah Tahfidz di Spemdalas diharapkan semakin efektif dan bermakna pada semester-semester mendatang, sekaligus menjadi fondasi kuat dalam membentuk generasi Qurani yang berkarakter. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu