Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Murid Kelas 2 SD Mugres Lakukan Proyek Kokurikuler dengan Kreasi Ini

Iklan Landscape Smamda
Murid Kelas 2 SD Mugres Lakukan Proyek Kokurikuler dengan Kreasi Ini
Salah satu kelompok di kelas 2 SD Mugres Kampus A menunjukkan hasil karya kupu-kupu mereka. (Endang Arfiyanti/PWMU.CO)
pwmu.co -

Senyum bangga terpancar dari wajah para murid kelas 2 SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A, mereka berhasil menyelesaikan proyek kokurikuler yang unik, Kamis (5/2/2026).

Pendidikan karakter dan kreativitas tidak selamanya harus bersumber dari buku teks yang kaku. Hal ini dibuktikan secara nyata oleh seluruh murid kelas 2 dalam kegiatan kokurikuler bertajuk Kreasi Kupu-Kupu dari Bahan Alam dan Kardus Bekas. Ruang kelas pun berubah menjadi bengkel seni kreatif, tempat para murid menyulap benda-benda sederhana menjadi karya artistik berbentuk kupu-kupu yang cantik.

Kegiatan ini diawali dengan antusiasme luar biasa dari murid kelas 2. Para murid yang tampak anggun dengan seragam bernuansa biru dan kerudung putih membawa perlengkapan yang telah mereka siapkan dari rumah.

Bahan-bahan yang dibawa bukanlah barang mewah, melainkan benda-benda sederhana yang sering terlupakan, seperti kardus bekas, ranting pohon yang jatuh di halaman, serta dedaunan dengan aneka warna dan bentuk.

Proses Pembelajaran

Proses pembuatan diawali dengan menyiapkan pola dasar sayap dari kardus bekas. Langkah ini melatih motorik halus siswa saat mereka mencoba menyesuaikan bentuk sayap agar simetris. Namun, keajaiban sebenarnya terjadi saat tahap dekorasi dimulai.

Di sinilah imajinasi anak-anak kelas 2 berbicara. Ada yang memilih daun berwarna merah hati untuk memberikan kesan berani, ada pula yang menggunakan daun bercorak hijau-putih untuk menciptakan tekstur sayap yang unik.

Setiap helai daun ditempelkan dengan penuh ketelitian menggunakan perekat ganda (double tape). Aktivitas ini menuntut konsentrasi tinggi dan kesabaran, sebuah pelajaran berharga tentang ketekunan bagi anak-anak usia dini. Ranting kayu kecil kemudian diletakkan di tengah sebagai badan kupu-kupu, memberikan efek tiga dimensi yang membuat karya tersebut seolah-olah siap terbang.

Antusiasme Peserta

Kegembiraan terpancar jelas dari wajah para murid. Setelah selesai menempelkan daun, mereka menggunakan spidol atau pulpen untuk memberikan sentuhan akhir berupa wajah kupu-kupu yang lucu. Kerja sama dan saling berbagi alat, seperti gunting atau double tape, juga menjadi pemandangan yang mengharukan di dalam kelas, menunjukkan bahwa kegiatan ini turut mempererat hubungan sosial antar murid.

Menurut koordinator wali kelas 2 SD Mugres Kampus A, Nila Khumairoh, S.Pd., kegiatan ini dirancang untuk melatih motorik halus murid kelas 2.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin melatih motorik halus siswa saat mereka menempel dan menyusun pola. Selain itu, imajinasi mereka juga terasah karena setiap anak memiliki cara berbeda dalam menyusun gradasi warna daun pada sayap kupu-kupunya,” ujar Nila.

Salah satu murid kelas 2, Revalyna Ananda Putri, mengaku senang bisa membuat kerajinan tangan dengan menempel daun berwarna-warni.

“Saya senang bisa menyusun berbagai warna menarik di gambar kupu-kupu,” kata Rere, sapaannya.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama kelompok, di mana setiap murid dengan bangga memamerkan kupu-kupu buatan mereka. Karya-karya indah ini nantinya akan dipajang sebagai pengingat bahwa setiap anak adalah seniman kecil yang peduli terhadap bumi. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu