
PWMU.CO – Mushala Darul Adzkar yang berlokasi di Kampung Baru’ Utara SMPM 12 Paciran atau pojok Kampung Sendangagung Paciran Lamongan Jawa Timur secara rutin mengadakan Pengajian Bulanan.
Pengajian bulan Mei kali ini menghadirkan mubaligh kondang dari Desa Labuhan Kecamatan Brondong Lamongan, Ustadz Maskun Alfaraby, SPdI, Kamis (1/5/2025).
Acara yang berlangsung usai jamaah shalat Maghrib dan berakhir menjelang shalat Isyak ini dihadiri sekitar 150 jamaah warga Muhammadiyah Sendangagung.
Pengajian diawali dengan sambutan Ketua Ta’mir Mushalla Darul Adzkar (MDA), Ustadz Yusuf Abidin SQ SHI, dalam sambutannya, ayah tiga anak ini menyampaikan terimakasih kepada seluruh jama’ah yang selalu istiqamah dan semangat untuk thalabul ilmi .atau ngangsu kaweruh
Selanjutnya, pria yang juga guru Madin dan MA Al-Ishlah Sendangagung ini mesampaikan pula informasi perolehan infaq Ramadan 1446 H.
“Al hamdulillah pada tahun ini Mushalla Darul Adzkar (MDA) memperoleh infaq sebesar Rp. 43.945.000, kami sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sendangagung yang telah memfasilitasi pengadaan amplop infaq Ramadan ini,” imbuh pria asli Sidodadi Kranji Paciran ini.
“Dengan perolehan dana infaq ini insyaallah akan kami ipakai untuk melanjutkan program penyempurnaan pembangunan mushalla kita,” pungkas Ketua Majelis Tabilgh PCM Paciran ini.

Sementara itu, Ustadz Maskun Alfaraby dalam ceramahnya menyampaikan tiga panggilan Allah SWT yang harus dihayati oleh setiap muslim.
Tiga panggilan Allah SWT antara lain,
Pertama, Adzan adalah panggilan suci yang dikumandangkan lima kali sehari sebagai tanda masuknya waktu shalat fardhu, lebih dari sekadar seruan untuk menjalankan ibadah, adzan merupakan wujud kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya.
Melalui adzan, Allah mengingatkan umat Islam untuk kembali kepada-Nya, mengambil jeda dari kesibukan dunia, dan meraih ketenangan dalam shalat.
“Manusia sering kali terlena dengan urusan dunia, sehingga bisa membuat seseorang lalai dalam mengingat Allah. Di sinilah adzan hadir sebagai pengingat yang lembut dan penuh kasih sayang. Setiap kali adzan dikumandangkan, Allah seakan memanggil hamba-hamba-Nya untuk menghentikan aktivitas duniawi sejenak dan berkomunikasi dengan-Nya melalui shalat,” jelas Maskun yang menjabat Ketua MTT PCM Brondong ini.
Kedua, Haji dan umrah, disebut panggilan Allah, karena perintah ini menunjukkan bahwa Allah sendiri yang mengundang umat-Nya untuk datang ke rumah-Nya, Ka’bah, di Mekah.
“Ketika seorang Muslim merasa terdorong untuk melaksanakan haji atau umrah, ini adalah panggilan langsung dari Allah yang menyentuh hati mereka, maka;
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ
“Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya pujian dan nikmat adalah milik-Mu, begitu pula kerajaan (juga milik-Mu).” jelas suami Siti Fatimah ini.
Ketiga, adalah panggilan yang pasti Bagi seluruh hamba yaitu Kematian. Seluruh manusia bahkan mahluk yang bernyawa akan menjumpai ajalnya, Firman Allah SWT dalam Surah Al-A’raf ayat 34 menjelaskan bahwa setiap umat dan bangsa memiliki batas waktu tertentu atau ajalnya yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT.
” وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ
Artinya “Setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Jika ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak dapat (pula) meminta percepatan.” Pungkasnya.
Penulis Gondo Waloyo Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan






0 Tanggapan
Empty Comments