Kirab Ramadan 1447 H yang digelar oleh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Krembangan berlangsung meriah dan penuh semangat, Ahad pagi (15/2/2026). Bertempat di Jalan Alun-Alun Bangunsari Selatan No. 20–21, tepat di depan Masjid At-Taqwa Bangunsari, kegiatan ini dipadati peserta dan masyarakat yang memenuhi sepanjang Jalan Alun-Alun Bangunsari hingga Jalan Demak.
Sebanyak 22 kontingen yang terdiri dari 16 Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan 1 Ortom Istimewa, yakni Aisyiyah, ambil bagian dalam kirab yang diikuti sekitar 311 peserta. Kehadiran para peserta dengan atribut dan kostum kreatif menambah semarak suasana pagi itu.
Turut hadir Ketua PCM Krembangan, Akhwan Hamid, M.Pd.I., beserta jajaran pimpinan.
Kegiatan diawali dengan sambutan Sekretaris PCM Krembangan, Bapak Muhammad Yusuf, S.Th.I., yang menekankan pentingnya sinergi antar AUM dan Ortom agar seluruh program dapat berjalan sukses dan memberi dampak luas bagi umat.
“Sinergi adalah kunci agar dakwah dan kegiatan sosial Muhammadiyah semakin semarak dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya.
Secara simbolis, kirab dilepas dengan pengibaran bendera Muhammadiyah oleh jajaran PCM Krembangan, dilanjutkan oleh Wakil PCM, H. Sutikno, S.Sos., M.H. Tepat pukul 09.00 WIB, rombongan diberangkatkan dengan iringan yel-yel penuh semangat dari masing-masing kontingen. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah kontingen SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD MuhlaS).
Saat nama mereka dipanggil sesuai nomor undian, dentuman musik patrol langsung menghentak, menjadi tanda kesiapan kontingen untuk melangkah. Irama rancak yang dibawakan sukses menghidupkan suasana dan mengundang antusiasme warga yang menyaksikan.
Mengusung tema “Meraih Taqwa, Menjaga Semesta”, panitia ingin menyampaikan pesan bahwa Ramadan bukan hanya momentum meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan. Selaras dengan tema tersebut, setiap peserta menyesuaikan materi yel-yel dengan pesan cinta alam, termasuk kostum yang digunakan.
Beragam kostum unik menghiasi kirab. Ada yang memanfaatkan bahan daur ulang, ada pula yang memadukan dedaunan sebagai bagian dari busana. Kreativitas ini menjadi simbol bahwa menjaga semesta dapat dimulai dari langkah sederhana dan kesadaran kolektif.
Kirab Ramadan 1447 H AMM Krembangan bukan sekadar parade, tetapi juga ajang mempererat ukhuwah, memperkuat kolaborasi, dan meneguhkan komitmen dakwah yang membumi.
Semangat kebersamaan yang terbangun sepanjang kegiatan menjadi bukti bahwa sinergi antar elemen Muhammadiyah mampu menghadirkan kegiatan yang meriah, bermakna, dan inspiratif bagi masyarakat. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments