Musik tradisional jidor khas Sendangagung dimainkan Pemuda Muhammadiyah atau grup Jidor Pemuda Bersinar Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) di pinggiran Kampung Beji Sendangagung Paciran Lamongan Jawa Timur, Kamis (16/10/2025).
Kampung di Timur kuburan Segondel, tepatnya di rumah Sulthon yang biasanya sunyi senyap di malam hari, tidak ada suara kecuali suara desir daun bambu yang melambai diterpa angin dari Gua Belah, tetapi malam itu yang sebelumnya diguyur hujan mendadak ramai dengan Hadirnya pemuda Muhammadiyah Sendangagung di bawah pimpinan Farih Hamdan S.Pd.I dengan musik nan rancak lagi harmonis.
Warga sekitar Jalan Segombang Beji pun rela keluar rumah, dengan mengenakan sarung mereka luangkan waktu demi menikmati hiburan dadakan ini. Faishol, Syafii, Kurniawan, dan Miftahul Muslih tetangga dan kerabat Sulthon ini rela membunuh waktu senggangnya hingga tabuhan jidor selesai jam 22.15 WIB.
“Musik ini ramai tetapi tidak berisik, mendengarkan musik ini tidak membuat orang terganggu gak bisa tidur, tetapi keanggunan musik ini membuat fikiran kita damai dan serasa ingin terantuk-antuk mengikuti ketukan musik jidor ini,” ujar pria asli Paciran yang menikahi adik Sulthon ini.
Tokoh masyarakat setempat, Syafi’i juga mengakui senang dan suka menyimak jidor tetapi dia jujur mengakui tidak mampu memainkannya karena musik ini perlu penjiwaan mendalam dan butuh ulet berlatih.
“Meskipun saya asli Sendangagung, tetapi saya gak bisa jidoran, pingin bisa tetapi sudah tidak ada waktu, jujurly saya kagum semangat PRPM Sendangagung yang rutin latihan dan road show bulanan ke setiap rumah anggotanya,” imbuh pria yang sehari-hari bekerja tukang bangunan di Ponpes Al-Ishlah Sendangagung.
Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Hizbul Wathan (HW) Paciran yang sekaligus anggota Jidor Pemuda Bersinar PRPM Sendangagung ini merasa senang mengikuti kegiatan Road Show Jidor ini.
“Dengan road show ini kita bisa lebih dekat dengan keluarga anggota Jidor dan warga sekitar tempat road show, yang pasti bisa bersilaturrahim itu terpenting,” ujar guru SMPM 12 Paciran yang menjabat wakasis di tempat mengajarnya.
Dan anggota yang lain, Agus Purnomo (Kuprit) atau suami Anita Djamil tidak lupa mengabadikan acara bulanan ini dengan live di Chanel yang dimilikinya.
Acara seperti ini _eman_ (sayang) kalau tidak ditayangkan ke netizen, dan yang sudah-sudah banyak yang suka dan memberi jempolnya di medsos,” selorohnya. (*)
Gondo Waloyo





0 Tanggapan
Empty Comments