Memasuki musim hujan, masyarakat dihadapkan tidak hanya pada risiko banjir, tetapi juga ancaman berbagai penyakit akibat meningkatnya kelembapan lingkungan. Kondisi ini menjadi faktor ideal bagi kuman, bakteri, dan virus untuk berkembang lebih cepat.
Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Firman mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan pola hidup bersih untuk menjaga kesehatan selama musim hujan.
Dia menyebut, setidaknya ada 3 jenis penyakit yang paling sering muncul di musim hujan. Pertama infeksi saluran pernafasan akibat virus influenza, gejala yang timbul mulai dari ringan hingga berat, seperti flu, bersin-bersin, sakit tenggorokan, demam, sakit kepala hingga batuk.
“Virus ini menular melalui air liur atau droplet dari orang yang terinfeksi, ketika sudah mulai muncul gejala bersin atau batuk, maka virus influenza akan terbawa oleh percikan air liur dan droplet. Saat itulah bisa terjadi penularan, jika droplet terhirup atau terpapar pada orang lain,” ujar Firman, Senin (26/1/2026).
Kedua penyakit demam berdarah. Penyakit ini disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Biasanya sering muncul di musim hujan, pemicunya adalah kondisi tempat-tempat berair dan lembab, menjadi sarang nyamuk yang sangat disukai sebagai tempat untuk berkembang biak.
Jenis nyamuk ini ada betina dan jantan, namun yang menjadi vektor penyakit demam berdarah adalah nyamuk betina.
Dua nyamuk ini memiliki perbedaan, pada nyamuk jantan tampak memiliki antena berbulu lebat dan dia tidak menghisap darah, namun hanya menghisap cairan tumbuhan atau sari bunga.
Sedangkan nyamuk betina tidak memiliki antena berbulu lebat namun dia menghisap darah terutama yang paling disukai adalah darah manusia.
Hal ini disebabkan karena pada nyamuk betina membutuhkan zat besi, dan kandungan lainnya pada darah manusia, untuk mempercepat proses pematangan sel telur agar cepat menetas.
“Nyamuk Aedes aegypti bisa menggigit berulang kali, pada saat nyamuk ini menggigit, selanjutnya dia memasukkan air liur yang terdapat virus dengue ke dalam tubuh manusia. Maka disinilah proses infeksi dimulai hingga menyebabkan penyakit demam berdarah,”imbuhnya lagi.
Ketiga adalah diare. Diare merupakan gangguan pencernaan yang ditandai dengan feses encer saat Buang Air Besar (BAB) lebih dari 3 kali dalam sehari. Sering disebabkan oleh konsumsi makanan yang terkontaminasi kuman, bakteri maupun parasit.
Diare tidak bisa dianggap remeh, apalagi pada balita dapat menimbulkan kondisi emergency. Kehilangan cairan yang banyak akibat diare, seseorang bisa mengalami syok hipovolumik yang ditandai dengan kesadaran menurun, tekanan darah turun secara drastis dan denyut nadi melemah.
Oleh karena itu agar tubuh tetap sehat di musim hujan, Beberapa hal sangat penting dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja.
Pertama, jaga kebersihan terutama sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Kedua, menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang mengalami flu dan batuk. Ketiga, lakukan 3 M (Menguras, Menutup, Mendaur ulang dan Menabur bubuk abate).
“Dan terakhir konsumsi makanan bergizi buah dan sayur untuk menjaga sistem kekebalan tubuh,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments