
PWMU.CO – Musyawarah Komisariat (Musykom) XIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Al-Farabi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UniversitasMuhammadiyah (Unmuh) Jember resmi menetapkan Imawan Muh Rizki Afandi sebagai Ketua periode 2025–2026.
Agenda tahunan itu digelar Selasa (29/7/2025) di Kampus Unmuh Jember. Mengusung tema Bermimpi untuk Bangkit, Bergerak Membangun Peradaban, forum tertinggi di tingkat komisariat ini menjadi ruang konsolidasi, evaluasi, dan regenerasi kepemimpinan.
Acara dihadiri oleh kader aktif, alumni, Wakil Dekan FISIP Unmuh Jember, perwakilan organisasi mahasiswa intra kampus (Ormawa), dan Pimpinan Cabang IMM Jember. Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.
Proses Demokratis
Setelah melalui tahapan laporan pertanggungjawaban, pembahasan AD/ART, sidang komisi, dan pemilihan formatur, forum akhirnya menetapkan 13 formatur yang kemudian secara mufakat memilih Rizki Afandi sebagai Ketua.
Dalam sambutan perdananya, Rizki menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diemban. Ia menekankan pentingnya kerja kolektif dalam membangun gerakan IMM ke depan.
“Amanah ini tentu bukan hal yang ringan. Tapi saya percaya, dengan semangat kebersamaan, IMM Al-Farabi akan terus tumbuh sebagai laboratorium kader yang mencetak pemimpin masa depan bangsa,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Ia menegaskan komitmen untuk menjadikan IMM lebih progresif dan responsif terhadap isu sosial, keumatan, dan kebangsaan.
Pesan Ketua Demisioner
Ketua periode sebelumnya juga turut memberikan pesan dalam pidato penutupnya. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus dan kader yang telah membersamai perjuangan selama satu periode kepemimpinan.
“Setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya. Tugas kita selanjutnya adalah memastikan estafet perjuangan ini terus hidup dan menyala, dengan semangat yang lebih besar,” pesannya.
Konsolidasi Gagasan dan Ukhuwah
Selain sebagai forum pemilihan, Muskom XIII menjadi ruang konsolidasi gagasan dan penguatan ukhuwah. Forum ini membahas berbagai dinamika organisasi serta arah gerakan ke depan.
Di balik dinamika sidang yang serius, terselip canda, tawa, dan kebersamaan khas kader IMM. Nilai religiusitas, intelektualitas, dan humanitas senantiasa menjadi ruh yang menghidupkan suasana.
Muskom kali ini menjadi penanda harapan baru. Para kader optimis, di bawah nahkoda baru, IMM Al-Farabi akan semakin adaptif menghadapi perubahan zaman, tanpa kehilangan akar pada nilai Islam dan budaya luhur bangsa.
“Bergerak membangun peradaban adalah ikhtiar panjang. Dan IMM adalah kawah candradimuka yang siap mencetak pejuang-pejuang peradaban,” ujar salah satu peserta sidang. (*)
Penulis Ainur Roji Editor Amanat Solikah





0 Tanggapan
Empty Comments