Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cakru menggelar Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) ke-1 tahun 2026 pada Ahad (1/2/2026) yang bertepatan pada 13 Sya’ban 1447 H dengan mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”
Bertempat di Gedung MI Muhammadiyah 2 Cakru di PRM Igir-Igir, acara ini menjadi momentum penting dalam mengevaluasi capaian amal usaha dan memperkuat ideologi persyarikatan.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Cabang Cakru; meliputi PRM Cakru, PRM Igir-Igir, PRM Gondangrejo, PRM Balekambang, PRM Kraton, ORTOM tingkat Cabang, serta Kepala AUMDik dari MI sampai SMK.
Kepemimpinan Perempuan dan Prestasi Akademik
Dalam sambutannya, Ketua PCM Cakru, H. Syamsul Arifin, SP. MM., memaparkan perkembangan luar biasa amal usaha Muhammadiyah di wilayah tersebut. Salah satu yang paling menonjol adalah keberhasilan pemberdayaan perempuan dalam kepemimpinan.
“Dari 13 lembaga pendidikan Muhammadiyah di Cakru, mulai dari tingkat dasar hingga SMK, sembilan di antaranya dipimpin oleh kepala sekolah perempuan. Ini adalah bukti nyata bahwa Muhammadiyah Cakru berhasil memberdayakan perempuan secara luar biasa,” ujar Syamsul Arifin.
Ia juga mengapresiasi deretan prestasi non-akademik, seperti:
Sepak Bola: Berdirinya SSB Perkasa yang telah mencetak 8 atlet berbakat untuk dipromosikan ke jenjang profesional.
Seni: Prestasi SMP Muhammadiyah 8 Cakru yang meraih Juara 3 lomba tari tingkat kabupaten.
Olahraga: Dominasi tim futsal dan atletik yang mulai diperhitungkan di tingkat Kabupaten.
Benteng Akidah dan Kewaspadaan Ideologi
Selain membahas pendidikan, H. Syamsul Arifin menekankan pentingnya penguatan kajian Kristologi bagi pimpinan ranting dan warga Muhammadiyah. Hal ini dipandang perlu untuk membentengi akidah umat dari pengaruh ideologi luar yang semakin masif masuk melalui berbagai istilah keagamaan.
“Kita tidak boleh hanya diam. Kajian agama harus lebih mendalam, termasuk memahami tantangan eksternal agar kita bisa menjaga akidah jamaah dengan lebih kokoh,” tegasnya.
Acara dibuka secara resmi oleh Ir. H. Ali Maksum, mewakili Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember. Dalam tausiyahnya, Ali Maksum menekankan dua poin utama: Transparansi dan Penghargaan terhadap sejarah.
“Organisasi harus dijalankan secara transparan dan akuntabel. Setiap rupiah yang masuk, baik dari warga maupun pemerintah, harus bisa dipertanggungjawabkan secara wajar,” ungkap Ali Maksum.
Ia juga mengingatkan para pimpinan muda untuk selalu menjaga harmonisasi dengan para tokoh sepuh (pendiri).
“Jangan sampai setelah amal usaha besar, kita melupakan mereka yang menanam pondasi awal. Kepemimpinan yang berkemajuan adalah pemimpin yang mampu memberikan inspirasi, semangat, sekaligus pendampingan,” tambahnya.
Unjuk Gigi Siswa Berprestasi
Sebelum musyawarah dimulai, suasana dimeriahkan oleh penampilan memukau dari siswa-siswi MI Muhammadiyah 2 Cakru, yaitu Yusuf Al Ghifari: Peraih Juara 1 Aksiopedi 2026 yang membawakan lagu “Kebesaran-Mu” dan Annisa Faiha Agna Saputra: Peraih Juara 1 Alpokat Jember 2025 yang membacakan puisi menyentuh berjudul “Cahaya Muhammadiyah”.
Musypimcab I 2026 ini diharapkan menghasilkan keputusan-keputusan strategis untuk membawa Muhammadiyah Cakru menjadi cabang yang semakin mandiri, berprestasi, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments