Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Solokuro menggelar Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) I pada Jumat (17/10/2025) di Ranting Aisyiyah Solokuro.
Kegiatan ini dihadiri oleh 145 peserta yang terdiri atas pimpinan harian, ketua majelis dan lembaga Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) se-Cabang Solokuro. Turut hadir pula Ketua PCM dan PRM Solokuro, Ketua serta Sekretaris PCNA Solokuro, dan Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Lamongan.
Musypimcab merupakan agenda tengah periode yang bertujuan untuk:
-
Menyusun dan menetapkan rencana kerja serta program PCA Solokuro sesuai arah kebijakan organisasi di tingkat pusat dan daerah.
-
Mengkoordinasikan pelaksanaan program agar berjalan selaras dan efektif.
-
Mengevaluasi pelaksanaan program majelis dan lembaga hasil Musycab ke-VI pada 13 Juli 2023.
Dalam sambutannya, Ketua PCA Solokuro Siti Mukholifah, S.Ag. mengutip al-Quran surah an-Nahl ayat 90 yang menegaskan perintah Allah untuk berlaku adil dalam setiap aspek kehidupan. Pesan ini sejalan dengan tema Musypimcab, “Dinamisasi Perempuan Berkemajuan, Mewujudkan Solokuro Berkeadilan.”
“Untuk menumbuhkan sikap adil dan menjunjung tinggi nilai keadilan, nilai-nilai tersebut perlu ditanamkan sejak dini dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun negara,” ungkapnya.
Ia menambahkan, masyarakat berkeadilan akan terwujud apabila penguatan nilai dimulai dari keluarga. Salah satunya melalui upaya menciptakan masyarakat yang adil dalam bidang ekonomi dan pangan.
“Aisyiyah meyakini perempuan memiliki peran penting dalam penguatan ekonomi dan kedaulatan pangan. Hal ini terlihat dari keterlibatan perempuan dalam mengelola lahan pertanian, merawat tanaman, serta memastikan ketersediaan pangan bagi keluarga,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PDA Lamongan Hj. Diyana Mufidati, S.Pd. menyampaikan apresiasi kepada PCA Solokuro yang dinilai aktif dan konsisten dalam menjalankan kegiatan, serta selalu berkoordinasi dengan PDA.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, khususnya terkait persoalan perempuan dan anak.
“Kasus perceraian di Lamongan cukup tinggi, begitu pula dengan pelecehan terhadap anak. Jika ada keluarga Aisyiyah yang mengalami masalah rumah tangga, sebaiknya tidak langsung dibawa ke pengadilan agama, tetapi dimediasi terlebih dahulu. Di Aisyiyah ada BIKSA, yaitu Bina Keluarga Sakinah, yang bisa membantu,” ujarnya.
Hj. Diyana juga menegaskan pentingnya peran Aisyiyah dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa, terutama yang berkaitan dengan ketahanan keluarga dan perlindungan anak.
Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan laporan kegiatan PCA, tanggapan peserta, dan dinamika ranting. Usai istirahat, salat, dan makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan sidang komisi.
Terdapat empat komisi yang membahas berbagai bidang program kerja:
-
Komisi A: Majelis Tabligh dan Ketarjihan serta Majelis Pembinaan Kader.
-
Komisi B: Majelis PAUD-Dasmen dan Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga (LBSO).
-
Komisi C: Majelis Ekonomi serta Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia.
-
Komisi D: Majelis Kesejahteraan Sosial, Majelis Kesehatan, dan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB).
Musypimcab ditutup dengan pleno hasil sidang komisi yang dipimpin oleh masing-masing ketua komisi.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments