Acara kemudian dilanjutkan dengan Pleno I berupa penetapan anggota PCM dari unsur PCA Pekajangan yang disampaikan oleh Sekretaris PCM Pekajangan, Luqman Hakim, S.Pd.
Selanjutnya, Pleno II berisi laporan PCM, majelis, dan lembaga beserta tanggapan yang disampaikan oleh Arif Rochman Hakim selaku Wakil Sekretaris PCM Pekajangan.
Usai istirahat, salat dan makan , kegiatan dilanjutkan dengan Pleno III berupa laporan dan dinamika Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) yang disampaikan oleh 16 PRM se-Cabang Pekajangan dan dipandu oleh H. Abdul Baqi, S.H., Sp.N.
Masing-masing ranting menyampaikan kondisi dan perkembangan masing-masing. Terdapat ranting yang kegiatan dan keuangannya berjalan dengan baik, namun ada pula beberapa ranting yang masih menghadapi tantangan dalam keanggotaan, seperti PRM Tangkil Kulon, Karangdowo, dan Rengas.
Informasi ini menjadi bahan penting untuk memahami kondisi riil di lapangan sekaligus menjadi dasar pemberian dukungan dan penguatan program ke depan.
Selanjutnya, Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Ranting Masjid dan Musala (LPPRMM), H. Akrom, A.Mk., turut menyampaikan bahwa data jumlah anggota ranting selama ini belum terdata secara lengkap di PCM Pekajangan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penataan sertifikat musala dan masjid sebagai bagian dari laporan dan administrasi persyarikatan.
Menutup rangkaian tanggapan dalam Musypimcab PCM Pekajangan, PRM Pangkah menyampaikan bahwa sejak jauh hari telah merencanakan pendirian Cabang di Karangdadap.
“Saat ini proses tersebut masih berjalan dan telah dibentuk tim pengembangan cabang. Harapannya, setelah ranting tersebut resmi menjadi cabang, PCM Pekajangan tetap dapat memberikan dukungan terhadap operasional AUM Pangkah hingga Muktamar mendatang,” terangnya.
PDM Kabupaten Pekalongan juga berharap sebelum berdirinya cabang baru, seluruh AUM dapat berjalan dengan lancar dan terus berkembang secara berkelanjutan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments