
PWMU.CO – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Jember menggelar Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) 1 di Aula Zainuri, Universitas Muhammadiyah Jember pada Ahad (4/5/2025).
Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan peserta ini turut menghadirkan keynote speaker, Istri Bupati Jember periode 2025-2030, Ning Gyta Eka Puspita SE MSc.
Ia mengenakan baju batik hijau Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dengan kerudung senada, serta rok hitam panjang. Ibu empat anak ini memasuki aula dengan senyum ramah yang kemudian disambut antusias oleh para peserta Musypimda.
Acara yang dimulai pada pukul 08.00 WIB ini mengusung tema “Pemberdayaan Perempuan dan Penguatan Bermutu, serta Berkeadilan”.
“Dalam dua bulan kepemimpinan Gus Fawaid, Pemerintah Kabupaten Jember meluncurkan program pengobatan gratis dalam bingkai Universal Health Coverage (UHC), yang menyediakan pelayanan kesehatan gratis untuk seluruh warga Jember, termasuk warga yang sakit di seluruh rumah sakit di Indonesia,” kata perempuan yang lebih akrab dipanggil Ning Gyta ini.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah kabupaten Jember memberi kebijakan lima hari kerja untuk tenaga kesehatan.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember menerapkan kebijakan lima hari kerja untuk tenaga kesehatan.
“Selain itu, bagi guru, murid-murid libur, guru juga libur. Ada juga program Melijo Cinta khusus untuk ibu-ibu yang berprofesi sebagai penjual sayur keliling. Selain itu, ada efisiensi perjalanan dinas, BPJS Ketenagakerjaan, perbaikan jalan, dan desain ulang bagi para penjual kaki lima yang diberi nama Gerobak Cinta. Tidak hanya itu, kami juga akan membantu memberi modal usaha dan program pendampingan ekonomi,” imbuhnya.
Ia juga menegaskan bahwa jika terdapat kendala, masyarakat dipersilakan menyampaikan melalui platform Wadul Gus’e, yang merupakan platform resmi Pemerintah Kabupaten Jember.
Menurutnya, pendidikan dalam keluarga sangat penting dan bersifat fundamental. Pengasuhan anak adalah tanggung jawab bersama antara anak, orang tua, dan masyarakat. Ning Gyta menggambarkan bahwa jika seorang anak mendapat dukungan dari semua pihak yang terkait, maka akan terbentuk seperti segitiga sama kaki, mendorong ke atas dan membantu anak mencapai puncak, sesuai dengan cita-cita yang diimpikannya.
Ning Gyta menamai pengasuhan anak dengan program CINTA, yang merupakan akronim dari:
- C (Cari Cara Sepanjang Masa): Orang tua harus pandai dan tidak berhenti belajar untuk menjadi orang tua yang hebat serta tidak gaptek.
- I (Ingat Impian yang Tinggi): Setiap keluarga memiliki nilai-nilai yang akan membentuk masa depan dan menentukan pola asuh yang ideal.
- N (Nerima Tanpa Drama): Aturan dalam keluarga sebaiknya dibuat atas dasar kesepakatan bersama, sehingga tidak menimbulkan drama.
- T (Tidak Ada Anak yang Salah): Setiap anak dilahirkan dengan keunikan masing-masing; jangan melabeli anak yang aktif sebagai “nakal”.
- A (Asyik Main Bersama): Luangkan waktu bersama anak, meskipun kesibukan sebagai orang tua sangat tinggi. (*)
Penulis Humaiyah Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments