Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Naik Bus Tayo, 130 Siswa MI Muhammadiyah 08 Kandangsemangkon Antusias Ikuti Manasik Haji

Iklan Landscape Smamda
Naik Bus Tayo, 130 Siswa MI Muhammadiyah 08 Kandangsemangkon Antusias Ikuti Manasik Haji
Para siswa MIM 08 Kandangsemangkon setelah turun dari Bus Tayo. Foto: M. Mahmud/PWMU.CO
pwmu.co -

Sebanyak 130 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah 08 Kandangsemangkon Paciran, Lamongan dengan penuh semangat dan antusias mengikuti kegiatan Manasik Haji yang dilaksanakan pada Kamis (18/9/2025).

Hal yang menarik, seluruh peserta diberangkatkan menuju lokasi kegiatan yakni di Masjid Akbar Moed’Har Arifin, Gedangan, Wadeng, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, dengan menggunakan enam armada Bus Tayo.

Kehadiran Bus Tayo ini turut menambah semarak dan keceriaan dalam pelaksanaan kegiatan manasik haji, menjadikannya pengalaman yang menyenangkan sekaligus edukatif bagi para siswa.

Kegiatan Manasik Haji Tahun Ajaran 2025/2026 ini merupakan tahun keempat pelaksanaan pelatihan manasik haji yang secara rutin diselenggarakan oleh MIM 08 Kandangsemangkon.

Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengalaman praktis kepada siswa mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai rukun dan sunnahnya.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa MIM 08 Kandangsemangkon, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Selain itu, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari sebagian wali murid, terutama wali dari siswa kelas 1 dan 2, yang turut hadir menyaksikan jalannya manasik.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, setiap Bus Tayo yang digunakan sebagai transportasi peserta didampingi oleh dua orang pembina.

Berikut para pembina atau pendamping untuk masing-masing Bus Tayo:

  • Tayo 1: Nuzulul Hidayah dan Hamdan.
  • Tayo 2: Muthmainnah dan M. Mahmud.
  • Tayo 3: Fatmawati dan Arfel Putra Pradipta.
  • Tayo 4: Heppy Panujaya dan Husnul Khothimah.
  • Tayo 5: Helmi dan M. Latiful Khobir.
  • Tayo 6: Indah Hayati dan Ali Syafaat.

Sementara itu, yang bertugas sebagai muthowif dalam kegiatan manasik haji ini adalah Khoirul Anim.

Sebelum keberangkatan, seluruh siswa MIM 08 Kandangsemangkon memulai kegiatan manasik haji dari Masjid Darussalam Muhammadiyah Kandangsemangkon. Di sana, mereka melakukan niat dan mengenakan pakaian ihram, sesuai dengan tahapan awal dalam ibadah haji.

Selama perjalanan menuju lokasi kegiatan di Masjid Akbar Moed’Har Arifin, para peserta mengumandangkan bacaan talbiyah dengan semangat dan kekhusyukan. Suasana penuh makna ini turut memberikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi para siswa sebagai bekal pemahaman tentang rukun Islam kelima.

Setibanya di lokasi, para siswa-siswi langsung mengikuti pelatihan thawaf, yaitu mengelilingi miniatur Ka’bah sebanyak tujuh kali. Pelatihan ini dilakukan dengan kaifiyah (tata cara) dan doa-doa yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Setelah menyelesaikan thawaf, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan sa’i, yakni berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah. Pelatihan sa’i ini juga dilaksanakan sesuai dengan tuntunan syariat Islam, baik dari segi gerakan maupun bacaan doa.

Sebagai penutup rangkaian manasik haji, para siswa mengikuti simulasi lempar jumrah, yaitu melempar batu kerikil ke tiga tiang yang melambangkan Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pelatihan untuk memperkenalkan makna dan simbolisasi dalam ibadah.

Para siswa MIM 08 Kandangsemangkon foto bersama setelah kegiatan manasik haji. Foto: M. Mahmud/PWMU.CO.
Para siswa MIM 08 Kandangsemangkon foto bersama setelah kegiatan manasik haji. Foto: M. Mahmud/PWMU.CO.

Kepala MIM 08 Kandangsemangkon, Afnan Nafi’, menyampaikan bahwa kegiatan manasik haji tahunan ini memiliki beberapa tujuan penting yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga membentuk karakter spiritual siswa.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi tentang tata cara dan rukun haji, mulai dari ihram, thawaf, sa’i, wukuf, mabit, hingga melontar jumrah. Kami ingin anak-anak memahami syarat, rukun, serta larangan dalam ibadah haji agar kelak ketika melaksanakan haji yang sesungguhnya, mereka telah memiliki bekal yang cukup,” ujar Afnan Nafi’.

Ia juga menambahkan bahwa melalui pelatihan ini, para siswa diharapkan dapat menghindari kesalahan teknis dalam pelaksanaan ibadah yang bisa membatalkan atau mengurangi kesempurnaan haji.

Tak hanya itu, menurutnya kegiatan ini juga dapat meningkatkan kekhusyukan dan kesadaran spiritual siswa.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya melakukan ritual secara fisik, tapi juga memahami makna di balik setiap rangkaian ibadah sehingga bisa dilakukan dengan penuh keikhlasan dan kesadaran,” jelasnya.

Di sisi lain, pelatihan ini juga memberikan pembekalan fisik dan mental, termasuk kesiapan stamina serta ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan yang mungkin terjadi di Tanah Suci.

Selain aspek ibadah, Afnan Nafi’ menekankan pentingnya penanaman etika dan kedisiplinan.

“Kami juga membekali siswa dengan pemahaman tentang aturan dan budaya lokal di Arab Saudi serta etika saat beribadah di tengah keramaian. Hal ini penting agar mereka bisa bersikap tertib dan menghormati sesama jamaah,” terangnya.

Terakhir, ia berharap kegiatan manasik haji ini mampu mendorong kemandirian siswa.

“Anak-anak harus dilatih agar mampu melaksanakan ibadah secara mandiri, tidak bergantung sepenuhnya pada pembimbing,” pungkasnya.

Para wali murid memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan pelatihan manasik haji yang diselenggarakan oleh madrasah. Mereka menilai bahwa kegiatan ini tidak hanya mengenalkan anak-anak pada rukun Islam yang kelima, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting seperti disiplin, kesabaran, dan kebersamaan sejak usia dini.

Para wali murid juga mengungkapkan rasa haru mereka saat melihat anak-anak mengenakan pakaian ihram, melafalkan doa-doa, dan mengikuti setiap tahapan ibadah haji dengan penuh semangat.

Menurut mereka, para siswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga memperoleh pengalaman bermakna melalui praktik langsung yang menyentuh hati. Mereka menilai bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membentuk karakter religius serta menanamkan rasa tanggung jawab kepada anak sejak usia dini. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu