Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Naskah Khutbah Idul Fitri 1446 H Alfain Jalaluddin Ramadlan: Jangan Menjadi Hamba Ramadhan

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -

Jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah.

Oleh karena itu, tradisi yang kita lakukan selama bulan Ramadhan, mari kita lanjutkan. Jangan sampai kebiasaan baik seperti baca al-Quran, memperbanyak do’a, berdzikir, beristighfar, puasa, bersedekah hanya dilaksanakan hanya di bulan Ramadhan.

Jangan sampai kita sebagai umat islam menjadi hamba Ramadhan, Ketika masuk bulan Ramadhan, kita semangat melakukan amalan kebaikan, namun ketika keluar di bulan Ramadhan  amalan kebaikan yang biasanya kita lakukan tidak kita teruskan secara istiqomah. Maka kita akan masuk menjadi orang yang merugi.

Rasulullah SAW bersabda,

“Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, (dan) barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan bahkan, barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka.” (HR Al Hakim)

Jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah.

Oleh karena itu, amalan kebaikan pertama yang harus kita lanjutkan dan pertahankan di luar Ramadhan adalah:

Pertama, Memperbanyak Dzikir Kepada Allah (Dzikrullah)

Kita sebagai hamba yang tidak luput dengan salah dan dosa, sepatutnya kita memohon ampun kepada Allah dan selalu berdzikir kepada Allah Swt, dengan mempebanyak kalimat istighfar, subhanallah, alhamdulillah, allahuakbar. Karena Rasulullah Saw bersabda:

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ الله – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمالِكُمْ ، وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيكِكُمْ ، وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ ، وَخَيرٍ لَكُمْ مِنْ إنْفَاقِ الذَّهَبِ والفِضَّةِ ، وَخَيْرٍ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أعْنَاقَكُمْ ؟ )) قَالَوا : بَلَى ، قَالَ : (( ذِكْرُ الله تَعَالَى )) . رَوَاهُ التِّرمْذِي ، قَالَ الحَاكِمُ أَبُو عَبْدِ الله : (( إِسْنَادُهُ صَحِيْحٌ ))

Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mauhkah kuberitahukan kepada kalian amal yang paling baik dan paling suci menurut Rabb kalian, dan yang paling tinggi derajatnya untuk kalian, juga lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak, serta lebih baik bagi kalian daripada bertemu dengan musuh kalian lalu kalian menebas batang leher mereka dan mereka membalasnya?” Para sahabat berkata, “Tentu mau.” Beliau menjawab, “Dzikir mengingat Allah.” (HR. Tirmidzi. Al-Hakim mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih) [HR. Tirmidzi, no. 3377; Ibnu Majah, no. 3790. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Jadi, para jama’ah yang dirohmati oleh Allah Swt dengan kita berdzikir mengingat Allah, akan mendapatlan pahala yang luar biasa dihadapan Allah Swt dan apa yang kita doakan akan dikabulkan oleh Allah Swt.

Ada sebuah kisah yang diriwayatkan oleh Ibnu Syubaih sebagaimana yang dinukil oleh Imam Al-Qurtubi di dalam kitab tafsirnya Al-Jaami’ Li Ahkaamil Quran atau yang dikenal dengan Tafsir Al-Qurtubi :

Ada tiga orang yang lagi ditimpah kesusahan. Ketiga orang itu meminta nasihat kepada Imam Hasan Basri.

Orang pertama datang mengeluhkan dirinya sudah 10 tahun menikah tidak punya anak.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Pria itu sudah ke mana-mana berobat demi mendapatkan anak dari pernikahan dengan istrinya, tapi tak kunjung berhasil. Imam Hasan Al-Basri menjawab,”Perbanyak istighfarastaghfirullah wa atubu ilaih, jangan berhenti.”

Tamu tadi pun pulang untuk mengamalkan apa yang disarankan Imam Hasan Al-Basri.

Lalu datang orang kedua bertanya kepada sang Imam. “Saya sudah lama sakit, di perut saya ada penyakit, sakit. Kalau sakit itu luar biasa. Sudah berobat nggak pernah sembuh. Sudah ikhtiar. Apa saran Anda.” Kemudian Imam Hasan Basri menjawab,”Perbanyak istighfar.”

Setelah itu, datanglah orang ketiga berkata  “Saya sudah lama bekerja keras tapi tidak pernah kaya seperti fulan,” ujar orang itu sambil menunjuk orang kaya di kampung itu.

Lagi-lagi Imam Hasan Al-Basri menyarankan agar orang itu memperbanyak istighfar.

Orang ketiga ini pun pamit pulang.

Melihat hal itu, Rabii’ bin Subaih bertanya: “Tadi orang-orang berdatangan kepadamu mengadukan berbagai permasalahan, dan engkau memerintahkan mereka semua agar beristighfar, mengapa demikian?”

Hasan al-Bashri rahimahullah menjawab,”Aku tidak menjawab dari diriku sendiri, karena Allah subhanahu wa ta’ala telah mengatakan dalam firmanNya:

‎فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)

”Maka Aku katakan kepada mereka, Mohonlah ampunan kepada Rabb-mu, sesungguhnya dia adalah Maha Pengampun, niscaya dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (Nuh: 10-12)

Jadi, para jama’ah yang dirahmati oleh Allah Swt, dengan kita berdzikir kepada allah, beristighfar kepada allah, doa-doa yang kita panjatkan akan dikabulkan oleh Allah Swt.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu