Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Nasrullah Tekankan Kader IMM Harus Jadi Man of Thinking Sekaligus Man of Action

Iklan Landscape Smamda
Nasrullah Tekankan Kader IMM Harus Jadi Man of Thinking Sekaligus Man of Action
Nasrullah saat menyampaikan stadium general di DAD IMM Renaissance. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Dalam suasana mendung yang menyelimuti kawasan Villa Bukit Tlekung, Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kakanda Nasrullah, M.Si., hadir sebagai pemateri Studium General pada pembukaan kegiatan Darul Arqam Dasar (DAD) Pimpinan Komisariat (PK) IMM Renaissance FISIP UMM.

Sebagai alumni IMM Renaissance, Nasrullah mengawali penyampaiannya dengan memberikan semangat kepada seluruh peserta yang hadir.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa yang mengikuti kegiatan DAD merupakan sosok-sosok istimewa yang memiliki kesadaran lebih dalam berorganisasi.

“Kader IMM harus menjadi mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), tetapi juga memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara mendalam,” tegasnya.

Dalam penyampaiannya, Nasrullah menyoroti pentingnya membentuk karakter kader yang utuh, cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, dan aktif secara sosial. Menurutnya, kader IMM adalah bagian dari circle yang saling menjaga akhlak, ibadah, serta nilai-nilai kemanusiaan.

Ia juga mengutip konsep Etos Profetik dari Kuntowijoyo, yang meliputi transendensi, humanisasi, dan liberasi. Ketiganya, kata Nasrullah, harus menjadi dasar gerakan kader IMM dalam menghadapi tantangan zaman.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Sekarang mobilitas virtual sudah mudah. Tapi jangan hanya sibuk scroll media sosial atau bermain game. Jadilah kader yang bergerak, bukan hanya berpikir. Seperti K.H. Ahmad Dahlan, jadilah Man of Thinking sekaligus Man of Action,” ujarnya.

Dalam penutupnya, Nasrullah mengingatkan para peserta untuk selalu meneladani sosok K.H. Ahmad Dahlan. Ia menekankan pentingnya menumbuhkan semangat cinta yang mendorong perubahan positif.

“Mewarisi etos K.H. Ahmad Dahlan berarti menanamkan The Power of Love (Kekuatan Cinta), bukan The Love of Power (Cinta Kekuasaan),” pesan Nasrullah menutup Studium General.

Melalui pesan-pesan tersebut, Nasrullah berharap agar seluruh peserta DAD mampu menjadi kader progresif yang berjiwa “Khoiru Ummah”, berpegang teguh pada nilai-nilai Islam, dan mampu mengimplementasikan ilmunya dalam tindakan nyata di masyarakat. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu