Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Nisfu Sya’ban, Malam Pengampunan yang Datang Menyapa Hati

Iklan Landscape Smamda
Nisfu Sya’ban, Malam Pengampunan yang Datang Menyapa Hati
Foto: Getty Images/iStockphoto/Choreograph
Oleh : Ferry Is Mirza Jurnalis Senior dan Aktivis Muhammadiyah
pwmu.co -

Menjelang Ramadan, ada satu malam istimewa yang selalu dinanti umat Islam: Nisfu Sya’ban.

Malam pertengahan bulan Sya’ban ini bukan sekadar pergantian tanggal dalam kalender Hijriah, melainkan momentum spiritual untuk membersihkan diri, memperbanyak doa, dan menata ulang hubungan dengan Allah serta sesama manusia.

Pada malam inilah, umat Islam dianjurkan menghidupkan ibadah dengan salat, zikir, doa, serta memperbanyak amal kebaikan sebagai persiapan menyambut bulan suci.

Kementerian Agama (Kemenag), Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama (NU), telah menetapkan bahwa Nisfu Sya’ban tahun 2026 jatuh pada awal Februari

Versi Kementerian Agama (Kemenag)

Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026, Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan bahwa 1 Sya’ban 1447 H bertepatan dengan Selasa, 20 Januari 2026. Oleh karena itu, peringatan Nisfu Sya’ban yang jatuh pada tanggal 15 Sya’ban berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026.

Versi Muhammadiyah

Melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) juga menetapkan awal bulan Sya’ban 1447 H pada Selasa, 20 Januari 2026. Dengan penetapan tersebut, Nisfu Sya’ban diperingati pada Selasa, 3 Februari 2026.

Versi Nahdlatul Ulama (NU)

Sejalan dengan Kemenag dan Muhammadiyah, Lembaga Falakiyah PBNU menetapkan 1 Sya’ban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Dengan demikian, tanggal 15 Sya’ban atau Nisfu Sya’ban juga bertepatan dengan 3 Februari 2026.

Dengan demikian, dilansir dari ketiga lembaga tersebut memiliki penetapan yang sama terkait Nisfu Sya’ban 2026.

Oleh sebab itu, malam Nisfu Sya’ban dimulai sejak waktu maghrib pada Senin, 2 Februari 2026, mengingat pergantian hari dalam kalender Hijriah berlangsung sejak matahari terbenam.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Apabila tiba malam nisfu Sya’ban, maka hidupkan malamnya dan berpuasalah di siang harinya.” (HR. Ibnu Majah dalam as-Sunan dan al Baihaqi dalam Syu’ab al Iman)

Yakni bangunlah di sebagian besar malam itu dan isilah dengan shalat, baca surat Yasin atau surat-surat lainnya dalam Al-Qur’an, zikir, doa dan kebaikan-kebaikan yang lain.

Doa di pertengahan malam, lebih-lebih di sepertiga malam terakhir adalah ibadah yang agung dan lebih berpotensi dikabulkan oleh Allah.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Apabila tiba malam nisfu Sya’ban, maka malaikat berseru menyampaikan dari Allah: adakah orang yang memohon ampun maka aku ampuni, adakah orang yang meminta sesuatu maka aku berikan permintaannya.” (HR. al Baihaqi dalam Syu’ab al Iman)

Oleh karena itulah, Imam Syafi’i menegaskan dalam kitab al Umm: “Telah sampai berita kepada kami bahwa dulu pernah dikatakan: sesungguhnya doa dikabulkan pada lima malam: malam Jum’at, malam hari raya Iduladha, malam Idulfitri, malam satu Rajab dan malam nisfu Sya’ban.”

Syekh Ibnu Hajar al Haitami dalam al-Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubra mengatakan: “Kesimpulannya bahwa malam nisfu Sya’ban memiliki keutamaan, dan terjadi pengampunan dosa secara khusus serta pengabulan doa secara khusus. Dari sinilah Imam Syafi’i mengatakan bahwa doa dikabulkan di malam nisfu Sya’ban.”

Marilah kita manfaatkan pertengahan Sya’ban ini dengan sebaik-baiknya. Marilah kita memperbanyak shalat dan berbagai ketaatan yang lain di malam harinya (malam 15 Sya’ban) dan berpuasa di hari nisfu Sya’ban (hari kelima belas Sya’ban).

Karena telah diriwayatkan dalam hadis yang hahih: “Allah merahmati para hamba-Nya (dengan rahmat khusus yang disertai kemuliaan) di malam nisfu Sya’ban, maka Ia mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang yang musyrik dan seorang muslim yang ada permusuhan, kedengkian dan kebencian terhadap Muslim lain karena urusan duniawi.” (HR Ibnu Hibban, ath-Thabarani dan al-Baihaqi)

Makna hadis ini bahwa Allah mengkhususkan malam nisfu Sya’ban dengan sebuah keistimewaan, yaitu Allah merahmati para hamba-Nya yang beriman dengan rahmat yang khusus.

Allah mengampuni untuk sebagian kaum Muslimin sebagian dosa mereka dan mengampuni untuk sebagian kaum Muslimin semua dosa mereka. Sedangkan orang kafir dan musyrik, maka Allah tidak akan mengampuninya.

Demikian pula musyahin, yakni seorang Muslim yang ada permusuhan, kedengkian dan kebencian terhadap Muslim lain karena urusan dunia.

Oleh karenanya, hendaklah masing-masing kita memperbaiki hubungan dengan saudara sesama Muslim.

Dan hendaklah masing-masing dari kita memaafkan, berlapang dada dan mengeluarkan serta membuang iri dan kebencian dari hati kita sebelum malam nisfu Sya’ban tiba. Dengan itu, semoga Allah merahmati dan mengampuni dosa-dosa kita. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu