Sekolah Dasar Muhammadiyah 2 Balongpanggang – Gresik yang populer dengan tagline “SD Muda Karisma” menjadi salah satu peserta Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat (LLSMS) 2025 Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik.
Karena itu, pada Kamis (4/9/2025) sekolah yang berada di Desa Karangsemanding, Kecamatan Balongpanggang itu mendapat kunjungan tim penilai.
Tepat pukul 09.00 tim penilai, yaitu: Ir. Dodik Priyambada, S.Ak., M.M (Majlis dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik) dan Tatik Erawati (MLH Pimpinan Daerah Aisyiyah Gresik) yang didampingi Mardliyatul Faizun, S.S. (Sekretaris Eksekutif Majelis Dikdasmen PNF) tiba di lokasi.
Menyambut kedatangan tim penilai, sejumlah siswa-siswi SD Muda Karisma berbusana ala Jawa tradisional surjan dan jariknya. Kepala Sekolah Restu Wardani dan pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dengan busana khas yang sama.
Sebagian yang lainnya berbusana khas tempo dulu, memakai kaos putih dan berkalungkan sarung. Tak ketinggalan blangkon dan songkok bertengger di kepala para siswa, dan sembong yang melingkar di pinggang para siswi.
Bertempat di halaman sekolah di bawah pohon yang rindang, siswa kelas 3, Avinkha Seeva Azeezha pun memandu acara pembukaan hingga usai.

Pembukaan diawali dengan senam Anak Indonesia Hebat oleh tim UKS Muda Karisma, kemudian berlanjut ke penampilan koreografi Jingle Muda Karisma dari grup Gita Surya Muda. Para siswa tampak antusias menampilkan atraksi seni di hadapan tamu yang hadir.
“Pagelaran penyambutan ini sekaligus sebagai bagian dari upaya nguri-uri kabudayan Jawi, baik melalui gelaran Dolanan Nusantara Ceria, Bergerak Hebat, maupun Berbudaya Sehat,” ungkap Restu Wardani, SE., Kepala SD Muda Karisma.
Sedangkan Ketua Bidang Dikdas Pimpinan Ranting Muhammadiyah Karangsemanding, Kusnan, mengatakan bahwa walau SD Muda Karisma tergolong ‘mewah’ alias mepet sawah, namun kaya akan kegiatan dan prestasi.
“Kami berharap dengan mengikuti LLSMS maka SD Muda Karisma ini dapat lebih bisa berbenah, terutama dalam pengelolaan lingkungan bersama MLH Kabupaten Gresik,” kata Kusnan.
Karena penyambutannya dengan tema budaya tradisional Jawa, pada sambutan pembukaan Ir. Dodik Priambodo sebagai tim penilai pun akhirnya menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa komunikasinya. Bahkan penyambutan tersebut seolah mengingatkan kembali dengan kampung halamannya, yaitu Nganjuk .
Saat dalam sesi penilaian, tim penilai melihat banyaknya tanah yang berada di depan kelas. Hal ini sebenarnya dapat memanfaatkannya dengan sebaik mungkin.
“Tanah-tanah tersebut harus dapat bermanfaat untuk menanam tanaman hias. Fungsinya, agar suasana bisa terasa lebih sejuk dan sekaligus mengurangi debu berterbangan,” kata Dodik.
“Keberadaan SD Muda Karisma yang berada di pedesaan ini harus bisa menemukan daya tariknya. Dengan demikian, masyarakat akan lebih tertarik menyekolahkan anaknya di SD Muda Karisma. Tidak harus ke kota,” pungkas Dodik mengakhiri kegiatan penilaian.***





0 Tanggapan
Empty Comments