
Oleh Muhammad Azam Putra Braveda Purnama – Mahasiswa UM Surabaya
PWMU.CO – Layanan transportasi berbasis aplikasi menjadi kebutuhan sehari-hari. Salah satu kemajuan transportasi inovatif terbaru yang menarik perhatian saat ini adalah hadirnya Ojek Online (Ojol) Muhammadiyah. Ojol ini menawarkan pelayanan yang beda dengan ojol pada umumnya, dengan mengistilahkan ojol berbasis nilai islami. Hal ini karena layanan transportasi selain menawarkan kemudahan dan efisiensi, juga perlu membawa misi sosial dan keagamaan yang kuat.
Konsep Ojol Muhammadiyah ini dikembangkan dengan landasan nilai nilai islam yang menekankan pada keadilan, keberkahan, dan pelayanan masyarakat. Layanan ini di rancang untuk memberikan pengalaman transportasi yang nyaman dan amanah. Terutama bagi pelanggan yang mencari layanan aman, nyaman dan sesuai syariat. Misal penumpang perepuan bisa memilih driver perempuan demi menjaga kenyamanan dan keamanan.
Pengemudi Ojol Muhammadiyah juga terbekali dengan pelatihan khusus, seperti: pengetahuan tentang etika berkendara, bagaimana menjadi pelayanan yang prima, serta pemahaman nilai-nilai Islam menjadi keunggulan tersendiri. Dengan konsep pelayanan yang Islami, peran pengemudi selain sebagai mitra kerja, juga sebagai duta dakwah Muhammadiyah.
Tak kalah menarik dengan ojol yang lain, layanan Ojol Muhammadiyah ini hadir dengan tarif sangat kompetitif. Tapi juga dengan tanpa pengurangi kualitas pelayanan dan juga tanpa mengurangi kesejahteraan pengemudi ojol. Sebagian keuntungan dari layanan ojol ini untuk program sosial Muhammadiyah, seperti bantuan untuk pendidikan, bantuan untuk kesehatan masyarakat, dan bantuan bagi masyarakat kurang mampu. Konsepsinya, pengguna Ojol Muhammadiyah jasa tidak hanya mendapatkan layanan transportasi, tetapi juga berkesempatan untuk berperan serta pada kegiatan amal.

Tantangan dan Sandungan
Meski cenderung inovatif, bukan berarti Ojol Muhammadiyah tidak memiliki tantangan. Sebagai usaha ekonomi, Ojol Muhammadiyah mendapatkan pesaing dari ojol lainnya yang telah ada lebih dulu. Misalnya seperti Gojek dan Grab yang sudah memiliki konsumen setia. Meski pada sisi lain Ojol Muhammadiyah memiliki keunggulan pada basis konsumen warga Muhammadiyah. Basis konsumen inilah yang menjadi peluang bagi Ojol Muhammadiyah untuk terus berkembang.
Ojol Muhammadiyah hadir sebagai bagian dari solusi layanan transportasi yang tidak hanya mengedepankan kecanggihan teknologi. Ojol Muhammadiyah juga menyuguhkan manfaat pada sisi sosial dan spiritual bagi masyarakat. Dengan inovasi dan dakwah, Ojol Muhammadiyah menjawab harapan masyakat akan adanya model layanan transportasi yang islami. Maka, hal utama yang perlu peningkatan pada Ojol Muhammadiyah adalah melambungkan brand Ojol Muhammadiyah ke publik agar makin populer, termasuk pada wilayah non Muhammadiyah.
Keterbatasan modal dan infrastruktur teknologi mungkin juga menjadi salah satu kendala yang cukup berarti bagi Ojol Muhammadiyah. Hal tersebut tak terpisahkan dari upaya pengembangan aplikasi yang stabil dan mudah tentu membutuhkan biaya atau investasi yang lumayan besar.
Sedang pada sisi kualitas pelayanan, tidak bisa mengabaikan agar terciptanya keseimbangan antara kesejahteraan pengemudi dan tarif kompetitif. Kesejahteraan pengemudi yang kompetitif pasti akan mendorong pelayanan kepada konsumen secara prima.
Persoalan lain yang tidak sepele adalah faktor regulasi dan birokrasi, terutama dalam memenuhi berbagai aturan transportasi yang berlaku di Indonesia. Maka membutuhkan kolaborasi yang baik antara pemerintah sebagai pembuat aturan (regulasi) dan Ojol Muhammadiyah sebagai pelaku usaha.
Pada sisi lain, persepsi masyarakat tentang makna layanan berbasis nilai islami juga harus tersosialisasi dengan baik. Warga Muhammadiyah dan non Muhammadiyah, bahkan nonMuslim perlu memahami bahwa Ojol Muhammadiyah bukan ojol yang bersifat primordial sehingga kehadirannya untuk kebermanfaatan bersama tanpa membeda-bedakan segmen masyarakat.
Sisi unggul Ojol Muhammadiyah
Dari semua tantangan dan potensi sandungan, Ojol Muhammadiyah memiliki peluang besar untuk berkembang. Konsep pelayanan ojol berbasis nilai islami yang belum pernah ada. Karena itu, hal ini merupakan tawaran baru yang sangat solutif bagi masyarakat untuk menjaga hal-hal yang bersifat syar’i.
Adanya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi yang aman, nyaman dan terjaga secara syariat tentu sangat dinantikan. Utamanya bagi kalangan perempuan dan keluarga, karena pada umumnya driver ojol berjenis kelamin laki-laki.
Sisi pembeda yang lain yaitu adanya fasilitas pembayaran zakat melalui aplikasi, dan fitur penjemputan anak sekolah merupakan menjadi nilai tambah. Dengan demikian, sangat potensi atau berpeluang untuk Ojol Muhammadiyah dalam berkompetisi dengan ojol-ojol yang telah ada lebih dahulu.
Bagi warga Muhammadiyah, Ojol Muhammadiyah merupakan ojol yang membawa manfaat ekonomi bagi anggota Muhammadiyah sebagai komunitas (community-based economy), di mana kepercayaan terhadap Ojol Muhammadiyah memiliki misi sosial yang cenderung lebih tinggi. Dengan mengedepankan transparansi dan kontribusi terhadap program sosial Muhammadiyah, layanan ini dapat membangun loyalitas pengguna.
Ke depan, dengan berkembangnya aplikasi digital pasti akan membuka peluang untuk kolaborasi dengan sektor lain. Ojol Muhammadiyah berpeluang untuk membuka layanan pesan-antar makanan halal, transportasi pariwisata Islami, atau pengiriman barang dengan harga terjangkau.
Melalui strategi pemasaran yang kreatif, layanan Ojol Muhammadiyah bisa menargetkan segmen pasar yang lebih luas, tidak hanya anggota Muhammadiyah tetapi juga masyarakat umum yang menginginkan layanan transportasi berbasis etika dan keberkahan.
Dengan kombinasi strategi yang tepat, inovasi berkelanjutan, dan dukungan komunitas, Ojek Online Muhammadiyah berpotensi menjadi pemain signifikan dalam industri transportasi berbasis aplikasi di Indonesia.
Editor Notonegoro





0 Tanggapan
Empty Comments