Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Open Class TLC SDMM: Anak Jadi Aktor Utama, Guru Jadi Pembelajar

Iklan Landscape Smamda
Open Class TLC SDMM: Anak Jadi Aktor Utama, Guru Jadi Pembelajar
pwmu.co -
Kegiatan TLC SDMM (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Kegiatan Teacher Laboratory Conference (TLC) SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) tahap Open Class dilaksanakan pada Selasa (22/4/2025). Sebanyak 120 peserta mengikuti kegiatan ini, berasal dari berbagai wilayah seperti Gresik, Lamongan, Bangil, dan Bangkalan.

Kegiatan diawali dengan pengarahan di aula SDMM bersama Ria Pusvita Sari MPd, selaku moderator TLC 2025. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa sesi kali ini merupakan observasi bersama terhadap guru yang membuka kelas. “Aktor utama dalam open class adalah anak-anak. Menarik atau tidaknya sesi ini akan terlihat dari hasil refleksi para observer,” ujarnya.

Lima dosen Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) turut hadir memberikan arahan sekaligus pendampingan dalam observasi dan refleksi. Dr Nur Fauziyah MPd, Dekan FMIPA, menjelaskan praktik lesson study yang kerap dilakukan oleh guru-guru di Jepang. Sementara itu, Ulfatul Ma’rifah MPd., menyampaikan lima aturan dalam melakukan observasi:

  1. Mengambil posisi senyaman mungkin untuk mengamati siswa, bukan gurunya.
  2. Tidak memotret siswa atau mengunggah foto ke media sosial untuk menjaga privasi.
  3. Fokus pada bagaimana siswa belajar, bukan bagaimana guru mengajar.
  4. Tidak berbicara, berdiskusi, atau membantu siswa selama observasi.
  5. Tidak keluar masuk kelas selama observasi kecuali untuk hal yang sangat penting.

Peserta kemudian diarahkan menuju kelas-kelas untuk melakukan observasi. Kelas yang dibuka meliputi:

  • Kelas Bahasa Inggris di 3 Leica
  • Kelas Matematika 2 di 4 Ruby
  • Kelas Bahasa Indonesia di 4 Permata
  • Kelas TIK di 5 Ummu Kultsum
  • Kelas IPA di 6 Dr. Soetomo
  • Kelas Matematika 1 di 6 Adam Malik

Setiap sesi berlangsung selama 120 menit. Setelahnya, peserta dibagi menjadi lima kelompok untuk mengikuti sesi refleksi di ruang berbeda. Kegiatan ini dipandu oleh dosen UMG, yakni Dr Nur Fauziyah MPd, Ulfatul Ma’rifah MPd, Candra Hadi Asmara MPd, Dr Fatimatul Khikmiyah MSc, dan Riska Widyanita Batubara SPd MHum.

Dalam sesi refleksi, banyak temuan menarik terkait aktivitas siswa selama pembelajaran. Adhelways Ria S SPd, dari SD Muhammadiyah Bangil, misalnya, mengungkapkan bahwa siswa sempat mengalami kesulitan di awal, namun mampu menemukan konsep saat berdiskusi dan akhirnya menyelesaikan LKPD secara mandiri. Temuan ini disampaikan dalam sesi refleksi Matematika 2 yang dipandu Dr. Nur Fauziyah.

Presiden Asosiasi Lesson Study Indonesia (ALSI), Arif Hidayat MSi PhDEd, turut hadir dan memberikan refleksi akhir secara klasikal di aula. Ia menekankan pentingnya kedalaman dalam observasi. “Observasi yang dalam menghasilkan pemahaman yang mendalam. Bahkan mencatat dialog siswa akan sangat membantu guru dalam membangun pengetahuan dan solidaritas,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa open class bukanlah ajang pamer, tetapi sarana menemukan hambatan belajar siswa dan menggali potensi mereka. “Refleksi yang tajam akan membawa kita melihat hal-hal yang sebelumnya tak terlihat. Dari kegiatan ini, akan lahir guru pembelajar sejati,” tambahnya.

Menutup sesi, diumumkan bahwa TLC 2026 akan dilaksanakan di SD Muhammadiyah 1 Bangil sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini. (*)

Penulis Rudi Purnawan Editor Wildan Nanda Rahmatullah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu