Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Open School Berlian 2025: Siswa TK Belajar Kreativitas lewat Donat

Iklan Landscape Smamda
Open School Berlian 2025: Siswa TK Belajar Kreativitas lewat Donat
Siswa TK ABA 40 PPS Menunjukkan Hasil Kreasi Donat (Albani Khemenei/pwmu.co)
pwmu.co -

Pagi cerah di SD Muhammadiyah GKB 2 (Berlian Primary School) Gresik dipenuhi semangat dan keceriaan anak-anak TK saat mengikuti kegiatan Open School Berlian 2025, Sabtu (13/9/25).

Sebanyak 175 siswa TK A dari TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 40 PPS Gresik hadir untuk mengenal suasana belajar di sekolah dasar yang menyenangkan sekaligus sarat nilai karakter dan kreativitas sejak dini.

Sejak pukul 07.15 WIB, rombongan anak-anak datang dengan wajah penuh antusias. Mereka disambut ramah oleh guru-guru Berlian Primary School, membuat suasana hangat terasa sejak langkah pertama di halaman sekolah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Irma Sonya Suryana SSi MKom, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperlihatkan bahwa belajar di Berlian Primary School adalah pengalaman yang menyenangkan.

“Guru-guru kami penuh ketelatenan, ramah, dan menyayangi anak-anak seperti keluarga sendiri,” ujarnya.

Sambutan juga disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Umum, M Taufiq MPd, yang menekankan konsep belajar sambil bermain.

“Selama satu setengah jam anak-anak akan diajak bersenang-senang. Ada senam, kegiatan kelas, hingga menghias donat. Semuanya dikemas edukatif dan menggembirakan,” katanya.

Pukul 07.40 WIB, suasana meriah tercipta lewat senam bersama diiringi lagu anak-anak. Sorak tawa dan gerakan lincah anak-anak membuat halaman sekolah penuh energi positif.

Setelah itu, mereka masuk ke kelas masing-masing untuk mengikuti doa pembuka, ice breaking, dan perkenalan guru pendamping. Guru-guru tampil kreatif: ada yang bernyanyi, bermain tebak-tebakan, hingga membuat suasana akrab dan nyaman.

Belajar Kreativitas lewat Donat

Momen paling ditunggu datang pukul 08.30 WIB: menghias donat. Setiap anak mendapat donat polos, topping warna-warni, serta taburan manis. Dengan sabar, guru pendamping menjelaskan cara menghias, mulai memilih warna hingga menjaga kebersihan tangan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Kalian boleh menghias dengan topping warna pink, cokelat, atau ungu. Tapi ingat, jangan terlalu banyak supaya donatnya tidak hancur,” pesan Alsalimatus Sa’adah SPd sambil tersenyum.

Di kelas A6, tampak Nyimas Aruni Kayara berseri-seri. “Aku senang sekali bisa menghias donat. Aku kasih warna pink dan ungu. Ada rasa cokelat juga. Hari ini aku belajar menyanyi dan menghias donat bersama ustadzah yang baik,” tuturnya polos.

Selain melatih motorik halus, menghias donat menjadi sarana anak-anak mengekspresikan diri, berimajinasi, dan percaya diri di depan teman.

Kolaborasi dan Sinergi

Irma Sonya menyampaikan apresiasi kepada guru, karyawan, dan pihak TK ABA 40 PPS atas kolaborasi yang terjalin.

“Semoga anak-anak pulang membawa pengalaman indah dan tak terlupakan,” ujarnya.

Sementara itu, Taufiq menekankan pentingnya sinergi antar lembaga pendidikan. “Kegiatan ini menjadi jembatan untuk membentuk generasi yang percaya diri, kreatif, dan bahagia saat belajar,” katanya penuh optimisme.

Tepat pukul 09.30 WIB, acara resmi ditutup. Anak-anak pulang dengan membawa donat hasil karya sendiri, cerita seru, dan senyum ceria yang menandai pengalaman edukatif tak terlupakan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu