
PWMU.CO – Aksi mulia puluhan aktivis Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Lamongan luput dari perhatian peserta Tabligh Akbar Milad Ke-109 Muhammadiyah di Stadion Surajaya, Ahad, (25/11/18).
Suasana sepi dan hening stadion yang baru saja dipenuhi puluhan ribu warga Muhammadiyah hanya menyisahkan beberapa anak muda: sebagian berpakaian resmi IPM, sebagian lagi memakai kaos.
Ternyata mereka sedang “mengais” sisa-sisa sampah yang masih tertinggal di tribun-tribun stadion. Satu per-satu sampah di sektor 12 dibersihkan oleh tangan-tangan cekatan 25 Pelajar Muhammadiyah Lamongan.
Hengki Pradana, salah satu relawan, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi dari agenda aksi yang digagas IPM yaitu konservasi lingkungan.
“Ini merupakan upaya kami untuk menumbuhkan kesadaran bagi generasi muda, khususnya kader Muhammadiyah, akan pentingnya merawat dan menjaga lingkungan karena kami prihatin akan kerusakan lingkungan yang terjadi,” tandas siswa kelas XII SMK Muhammadiyah 5 Babat ini.
“Bersih-bersih sampah di 12 sektor stadion Surajaya, bagian dari aksi ekologi-ekoliterasi IPM Lamongan. Sampah ini dipilah pilih dan kemudian diserahkan ke Lazismu Lamongan untuk program Sedekah Sampah,” jelas Irvan Syaifullah, Ketua Pimpinan Daerah IPM Lamongan kepada PWMU.CO.
Selain aktivis Pimpinan Daerah IPM Lamongan, aksi serupa juga dilakukan oleh siswa-siswi SMK Muhammadiyah 2 Brondong. Kurang lebih 30 siswa membaur sambil membawa tas kresek. Mereka tampak senang dan bergembira.
“Saya juga senang dan bangga melihat siswa kami peduli. Itu kreativitas mereka sendiri melalui rapat IPM, kami tidak memerintahnya,” kata Zun Aini, Kepala SMKM 2 Brondong, ketika dimintai konfirmasi oleh PWMU.CO, Senin (26/11/18).

Sekar Ayu Anggraeni, relawan lain yang dihubungi PWMU.CO mengatakan aksinya tersebut dalam rangka saling memberi kenyamanan agar membuat hidup semakin indah dan tentram.
“Kami tidak butuh apa-apa. Kami melakukan sebab kami peduli. Peduli pada diri sendiri. Jika membuat yang lain aman dan nyaman, mungkin itu bonus,” kata kader IPM dari SMA Negeri Ngimbang ini.
“Memang betul kami masih pelajar, usia yang asik dengan bersantai. Namun ada kewajiban bagi kami sebagai seorang pelajar untuk menjaga kondisi sekitar. Sebab kami juga butuh yang namanya nyaman,” tambah siswi kelas XII ini.
Tidak hanya pelajar, ternyata ‘operasi’ sampah di stadion guru-guru SD Muhammadiyah 1 Babat bersama dengan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Babat Utara.
“Kami datang bukan saja untuk memeriahkan acara. Tapi juga untuk bersilahturahmi dengan warga Muhammadiyah Lamongan dan melakukan aksi bersih bersih stadion,” ujar Ernawati SPd, guru SDM 1 Babat
Dia menegaskan, pihaknya ingin membantu panitia yang sudah dengan susah payah bekerja menyukseskan acara. “Melihat banyaknya sampah berserakan yang ditinggalkan oleh peserta, kami spontan ikut membersihkan,” tutur guru kelas V ini.
Sekretaris PRA Babat Utara Marita Cholifaatin menambahkan, aksi ini menunjukkan adanya kepedulian pada kebersihan.
Irvan Saifullah menjelaskan, kegiatan bersih-bersih stadion ini merupakan kolaborasi PD IPM dan Lazismu Lamongan yang dikemas dalam bentuk sedekah sampah.
Sampah-sampah yang terkumpul, ujarnya, akan diserahkan kepada Lazismu Lamongan yang kemudian hasilnya digunakan untuk pemberdayaan masyarakat fakir miskin, yatim piatu, lansia, dan lain-lain.
“Sedekah sampah adalah gerakan IPM bersama Lazismu Lamongan dalam upaya menggerakkan masyarakat untuk sadar ekologi dan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Kontributor: Mohamad Su’ud, Fatma, dan M Faried Achiyani







0 Tanggapan
Empty Comments