Dalam semangat pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan energi terbarukan di tingkat desa, tim dosen dari Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) menggelar forum diskusi.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman keilmuan bersama masyarakat pengguna biogas di Desa Mundu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Kegiatan yang berlangsung Minggu (14/9/2025) ini mengangkat tema Optimalisasi Sistem Biogas Berbasis Limbah Kotoran Sapi melalui Purifikasi Biofiksasi untuk Meningkatkan Kualitas Biogas serta Konversi ke Energi Listrik Skala Rumah Tangga.
Forum diskusi ini menjadi ajang dialog ilmiah dan praktis antara akademisi dan masyarakat desa dalam menggali potensi pengembangan energi alternatif yang berkelanjutan, khususnya para pengguna instalasi biogas berbasis limbah kotoran sapi.
Dalam suasana interaktif dan partisipatif, forum ini membahas berbagai peluang dan tantangan dalam meningkatkan efisiensi pemanfaatan biogas.
Forum ini tidak hanya menjadi ajang tukar pikiran, tetapi juga sarana pemberdayaan warga untuk memahami teknologi purifikasi biofiksasi.
Tim dosen UMMAD memaparkan konsep purifikasi biofiksasi, yaitu proses pemurnian biogas menggunakan mikroorganisme fotosintetik seperti alga, yang mampu menyerap kandungan karbon dioksida (CO₂) dan hidrogen sulfida (H₂S) dari biogas mentah.
Dengan teknologi ini, kualitas biogas meningkat secara signifikan sehingga lebih berkualitas dan efisien untuk dikonversi menjadi energi listrik di tingkat rumah tangga.
“Kami melihat sejauh ini hasil riset terkait pengembangan energi terbarukan telah mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama bagi wilayah pedesaan yang memiliki potensi limbah ternak melimpah,” ujar Muhammad Hasan Al Banna MSc salah satu dosen UMMAD dalam sesi pemaparan.
Selain pemaparan ilmiah, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi terbuka bersama warga Desa Mundu.
Diskusi Terbuka Bersama Warga
Dalam diskusi ini, warga Desa Mundu berbagi pengalaman langsung dalam mengelola dan memanfaatkan biogas, termasuk kendala teknis yang sering dihadapi di lapangan.
Para dosen dari UMMAD berbagi hasil riset dan pengalaman lapangan mengenai pengelolaan biogas, sekaligus mendengarkan langsung pengalaman serta tantangan yang dihadapi para pengguna biogas di Desa Mundu.
Beberapa topik yang dibahas meliputi perawatan instalasi biogas, efisiensi penggunaan biogas, hingga pemanfaatan energi hasil konversi untuk kebutuhan sehari-hari.
Antusiasme warga mengikuti diskusi cukup tinggi. Hal ini muncul karena biogas sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.
Kemudian, dengan adanya pemahaman baru mengenai purifikasi biofiksasi, masyarakat mulai melihat peluang untuk meningkatkan pemanfaatan biogas. Yang sejauh ini masih dimanfaatkan untuk memasak, di masa depan bisa juga digunakan untuk penerangan dan kebutuhan listrik lainnya.
Kepala Desa Mundu, Budiyanto, menyampaikan apresiasi atas forum diskusi antara tim akademisi UMMAD dan warga Desa Mundu. Budiyanto menyatakan harapannya agar pendampingan dan pengabdian semacam ini bisa terus berlanjut ke depan.
Kegiatan ini diharapkan dapat membuka kerja sama lebih besar antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mengembangkan desa berbasis energi terbarukan dan berkelanjutan.






0 Tanggapan
Empty Comments