Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Batu kembali menggelar Kajian Ahad Pagi di Masjid Takwa pada Ahad (30/11/2025). Kali ini menghadirkan Prof. Dr. Thohir Luth, M.A., Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, sebagai pemateri utama. Kajian itu bertema “Umat yang Dimuliakan Allah.”
Pada bagian awal ceramah, Prof. Thohir Luth menjelaskan bahwa Allah SWT memberikan kemuliaan yang sangat besar kepada orang-orang beriman.
Hal ini ditegaskan dalam Q.S. Ali Imran ayat 102 yang memuat seruan khusus agar umat beriman bertakwa dengan sebenar-benarnya takwa dan tidak meninggal kecuali dalam keadaan Islam. Menurutnya, ayat ini menunjukkan bahwa kemuliaan seorang mukmin tidak terlepas dari kualitas ketakwaannya.
Makna Syukur
Selanjutnya, beliau menjelaskan makna syukur sebagai salah satu bentuk kemuliaan seorang hamba. Syukur berarti memanfaatkan nikmat Allah sesuai kehendak-Nya, yaitu dengan menggunakannya untuk beribadah dan menebar kebaikan.
Dalam Q.S. Ar-Rahman, Allah menegaskan pertanyaan “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” sebanyak 31 kali. Ini menunjukkan bahwa manusia sering lupa dan tidak memanfaatkan nikmat sesuai perintah-Nya.
Melalui ayat berulang tersebut, Allah mengingatkan hamba-Nya dengan penuh kasih sayang, sebab peringatan tersebut ada dalam surah Ar-Rahman (kasih sayang).
Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan Q.S. Fatir ayat 32 tentang tiga golongan penerima warisan al Quran. Di antara mereka terdapat kelompok yang menzalimi diri sendiri, yaitu orang yang mengabaikan ajaran Allah atau menafsirkan ayat sesuai keinginannya demi kepentingan pribadi. Golongan ini disebut berbuat zalim karena menjauhkan diri dari petunjuk Allah.
Prof. Thohir Luth menegaskan bahwa ciri orang yang menzalimi diri sendiri adalah tidak mampu mengambil hikmah dari ujian. Mereka mudah mengeluh, tidak bersabar, serta tidak melihat ujian sebagai sarana perbaikan diri. Ciri lainnya adalah menjauhi petunjuk Allah, termasuk melakukan syirik, yang merupakan kezaliman terbesar karena menghapus seluruh amal kebaikan.
Sebaliknya, orang yang berhasil membebaskan diri dari kezaliman adalah mereka yang selalu berpikir positif, bersyukur, dan menyadari bahwa setiap ujian pasti mengandung hikmah. Mereka bersabar, memperbaiki diri, dan tetap percaya bahwa Allah tidak membebani hamba melebihi kemampuannya.
Prof. Thohir Luth kemudian menjelaskan Q.S. Al-Baqarah ayat 25, berisi kabar gembira bahwa orang beriman dan beramal saleh pasti memperoleh surga. Janji ini menjadi bentuk kemuliaan tertinggi bagi seorang mukmin, dan Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya.
Dengan penjelasan yang runtut dan mendalam tersebut, diharapkan jamaah semakin memahami pentingnya menjaga iman, memperkuat syukur, serta menjauhi segala bentuk kezaliman terhadap diri sendiri. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments