Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Orang Yahudi dan Nashara Pengikut Nabi Itu Juga Muslim

Iklan Landscape Smamda
Orang Yahudi dan Nashara Pengikut Nabi Itu Juga Muslim
pwmu.co -
Arif Budiman ketika mengisi Kajian Subuh di Masjid  Ruqoyyah Pare. (Dahlansae/pwmu.co)

PWMU.CO– Islam secara umum menyembah dan berserah diri kepada Allah seperti yang diajarkan para nabi sejak Nabi Nuh as sampai datangnya hari kiamat.

Demikian disampaikan Ustadz Arif Budiman SPd  dalam Kajian Bakda Subuh di Masjid  Ruqoyyah komplek MTs Muhammadiyah Dusun Tawang Desa Sumberbendo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, Senin  (13/5/2019).

Arif Budiman menjelaskan, Allah swt menyebutkan semua syariat nabi-nabi terdahulu, semuanya menyeru agar manusia memeluk Islam. Artinya, berserah diri kepada Allah Azza wa Jalla, mengesakan Allah, bertauhid bahwa Allah itu tunggal.

Karena itulah Allah menyebut agama yang diridhoi di sisinya itu Islam seperti dalam surat Ali Imron ayat 19. ”Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu karena kedengkian di antara mereka. Siapa saja ingkar terhadap ayat-ayat Allah maka sungguh Allah sangat cepat perhitunganNya.”

Menurut dia, para nabi dan umatnya di zaman dulu itu muslim. Karena mereka berserah diri kepada Allah. Nabi Nuh, Nabi Ibrahim itu muslim. Orang Yahudi disebut juga muslim ketika mereka hidup sezaman bersama Nabi Musa . Orang-orang Nashara disebut muslim yang mengikuti ajaran Nabi Isa.

Sedang makna Islam dalam artian khusus, lanjut dia, setelah diutusnya Nabi Muhammad saw. Islam menjadi nama agama. Penganutnya disebut muslim. Agama yang dibawa Nabi Muhammad saw ini menggantikan agama-agama samawi yang dibawa para nabi terdahulu. Ajaran nabi ini sudah menyimpang dari asalnya.

”Tapi tidak semua orang mau menerima. Orang yang menolak Islam ini disebut kafir. Ini bukan kalimat radikal. Dalam Alquran juga tidak ada kata non muslim untuk orang yang menolak Islam,”  tandasnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

 Dikatakan, dakwah jika menuruti kehendak orang banyak atau tokoh tanpa dasar hukum Alquran maupun sunnah, maka rusaklah tatanan kehidupan. Karena semua manusia memiliki definisi sesuai dengan hasrat nafsunya.

Dalam perjalanan dakwah selalu ada virus dan kotoran yang masuk ke ajaran agama. Karena itu perlu dimurnikan dengan berpedoman kepada Alquran dan hadits.

 ”Virus itu masuk ke ajaran Islam maka ada Kejawen  Islam, Islam liberal, Islam nusantara. Ilmunya othak-athik dalam menafsirkan Islam,” ujarnya.

Padahal, sambung dia, dalam surat Al Maidah ayat 3 Allah menyatakan, alyauma akmaltu lakum diinakum wa atmamtu alaikum nikmatii wa rodhitu lakumul islamadiina. Artinya pada hari ini Aku telah sempurnakan untuk kaliam agamamu  dan telah Aku cukupkan nikmatKu bagi kalian, dan Aku telah ridho Islam sebagai agama kalian. (Dahlansae)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu