Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) kembali meraih prestasi akademik yang membanggakan. Prof. Dr. Pipit Festi Wiliyanarti, SKM MKes, resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Keperawatan Komunitas pada Program Studi Diploma 3 Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya, Kamis (23/10/2025).
Pengukuhan berlangsung khidmat di Auditorium At-Tauhid Tower UM Surabaya, dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen dan tamu undangan dari berbagai lembaga pendidikan dan organisasi profesi keperawatan.
Turut hadir dalam momen bersejarah ini Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah K.H. Dr. Saad Ibrahim, M.A., Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Ahmad Muttaqin, S.Ag., M.Ag., M.A., Ph.D., dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.
Prof. Pipit Festi Wiliyanarti bukanlah orang asing di dunia keperawatan komunitas. Beliau telah lama mengabdi sebagai dosen tetap di Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surabaya, dengan rekam jejak yang kuat di bidang kesehatan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat.
Sepanjang karier akademisnya, Prof. Pipit aktif menulis, meneliti, dan mendampingi masyarakat dalam berbagai program promosi kesehatan berbasis keluarga.
Kesehatan Komunitas
Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Optimalisasi Kesehatan Komunitas dengan Pendekatan Health Promoting Family di Era Transformasi Layanan Kesehatan”, Prof. Pipit menekankan pentingnya pendekatan komunitas kecil seperti keluarga, khususnya dalam aspek promotif dan preventif.
Ia memaparkan akar permasalahan kesehatan di Indonesia, yang berkaitan erat dengan ketimpangan sosial, akses layanan yang tidak merata, dan meningkatnya penyakit degeneratif di pedesaan. Beliau meyakini bahwa keluarga memiliki posisi strategis sebagai unit sosial terkecil yang menentukan arah kesehatan masyarakat.
“Implementasi Health Promoting Family dalam kerangka generasi Indonesia emas ini sangat penting. Health promoting family menyediakan mesin untuk mencetak anak berkualitas yaitu keluarga sehat dan berdaya,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam beberapa implementasi dalam bentuk ibu hamil mengonsumsi makanan bergizi dan tablet tambah darah, bayi mendapatkan ASI eksklusif dan MPASI.
Tebar Kebermanfaatan
Pelantikan ini bukan sekadar penghargaan akademis, tetapi juga momen untuk meneguhkan nilai perjuangan. Dalam sambutannya, Prof. Pipit menegaskan bahwa jabatan guru besar bukanlah puncak prestasi, melainkan amanah untuk terus memberikan manfaat.
“Jabatan guru besar bukanlah puncak prestasi. Saya meyakini bahwa perubahan besar berawal dari hal kecil. Dari satu keluarga yang mempraktikkan nilai-nilai kesehatan dari satu komunitas yang saling mendukung, dari satu universitas yang konsisten menebar ilmu serta keteladanan,” ujarnya penuh makna.
Pencapaian ini menginspirasi para dosen muda dan civitas akademika UM Surabaya untuk terus berkarya, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat.
Pengangkatan Prof. Pipit sebagai Guru Besar Ilmu Keperawatan Komunitas juga semakin mengukuhkan posisi UM Surabaya sebagai universitas kesehatan yang unggul, berbudaya, dan memberdayakan masyarakat.
Menutup pidatonya, Prof. Pipit menyampaikan harapan yang melampaui batas-batas akademik.
“Apabila setiap keluarga di Indonesia menjadi health promoting family, maka setiap komunitas akan menjadi komunitas sehat. Dan ketika komunitas sehat, Indonesia akan melangkah mantap menuju generasi emas 2045,” tutupnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments