Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Outbound Bahasa Mamsaka, Asah Bahasa dari Alam

Iklan Landscape Smamda
Outbound Bahasa Mamsaka, Asah Bahasa dari Alam
Potret Siswi MA Muhammadiyah 1 Karangasem (Mamsaka) saat mengikuti Outbond Bahasa di Kota Batu, Selasa (26/11/2025). (Wahidul Qohar/PWMU.CO).
pwmu.co -

Embun masih menggantung di dedaunan ketika rombongan siswa Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Karangasem (Mamsaka) Paciran memulai perjalanan menuju kota Batu pada Selasa (26/11/2025).

Pagi itu, langkah-langkah antusias terdengar beriringan menandai dimulainya rangkaian kegiatan. Kegiatan ini bukan hanya untuk bersenang-senang, tetapi untuk melatih karakter, kebersamaan, dan kecakapan berbahasa.

Dua program unggulan Mamsaka, Muhammadiyah International Class Orientation (M-ICO) dan Arabic Tahfidz Class Program ( ATCP) turun bersama, menyatu dalam satu harmoni belajar yang tidak hanya berkutat di dalam kelas.

Serunya Outbound Hari Pertama

Hari pertama terisi dengan outbound fun bersama instruktur profesional dari luar. Sorak tawa pecah ketika para siswa menaklukkan tantangan demi tantangan. Mulai dari melatih konsentrasi, sambung kata, tebak gambar, lempar tangkap bola, terus lompat jalan dengan matras.

Meski berasal dari kelas berbeda dengan fokus bahasa yang berlainan, siswa MICO dan ATCP larut dalam suasana yang sama, menikmati belajar dari alam.

Bagi siswa MICO, pengalaman ini menjadi cara baru untuk memperkuat komunikasi berbahasa Inggris dalam situasi nyata.

Sedangkan bagi siswa ATCP, kegiatan lapangan ini menjadi ruang melatih kosakata Arab dalam interaksi spontan. Sering kali diiringi canda tawa ketika salah satu teman lupa arti sebuah instruksi sederhana.

Malam Pentas Seni: English vs Arabic, Semua Menyatu

Ketika malam tiba, panggung kecil di tengah area perkemahan menjadi sorotan. Lampu sorot sederhana menyala, dan satu per satu kelompok tampil dalam pentas seni berbasis bahasa.

Siswa MICO membawakan drama pendek berbahasa Inggris yang disisipi humor ringan. Mereka tampil percaya diri, menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa bisa hidup dan menghibur.

Tak kalah berkesan, siswa ATCP mempersembahkan qashidah, percakapan ringan, hingga monolog pendek dalam bahasa Arab. Suasana malam mendadak terasa seperti festival bahasa, di mana dua budaya bertemu dan saling melengkapi.

Di sinilah dua sudut pandang itu terlihat jelas: MICO dengan atmosfer globalnya, ATCP dengan nuansa keilmuan Arab yang kuat. Namun keduanya tetap berada dalam satu bingkai: keberanian tampil, kerja sama, dan semangat belajar.

Outbound Bahasa: Belajar di Setiap Pos

Keesokan paginya, rangkaian outbound dilanjutkan dengan format yang berbeda: Outbound Bahasa. Setiap pos memiliki game khusus yang menantang kemampuan menulis (writing), membaca (reading), mendengar (listening), dan berbicara (speaking).

Di pos listening, siswa MICO mendengarkan audio singkat berbahasa Inggris untuk kemudian menebak instruksi. Di pos yang sama, siswa ATCP menerima rekaman bahasa Arab dan harus menjawab dengan cepat sebelum waktu habis.

Permainan di pos writing membuat para peserta harus menciptakan cerita mini dalam bahasa masing-masing. Sementara pos speaking mengharuskan mereka menyampaikan pesan singkat secara spontan. Semua berlangsung penuh tawa dan semangat kompetitif yang sehat.

Satu Pengalaman, Dua Identitas, Satu Tujuan

Meskipun membawa identitas kelas yang berbeda, para peserta yang seluruhnya merupakan siswa Mamsaka ini menunjukkan bahwa bahasa apa pun bentuknya dapat menjadi jembatan persaudaraan.

Kegiatan outbound ini tidak hanya memperkaya kemampuan bahasa Inggris bagi MICO dan bahasa Arab bagi ATCP. Tetapi juga memperkuat karakter, keberanian, dan kekompakan mereka sebagai keluarga besar Mamsaka.

Dari alam, mereka belajar. Dan dari malam pentas seni, mereka berani menunjukkan diri. Kemudian dari setiap pos outbound bahasa, mereka melatih keterampilan yang akan menjadi bekal untuk melangkah lebih jauh.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu