Wisata Kebun Kurma di Pasuruan tampak lebih semarak pada Rabu (11/2/2026). Ratusan siswa kelas 5 Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 2 Tulangan datang dengan mengenakan pakaian ihram putih, menciptakan suasana layaknya Tanah Suci.
Mereka mengikuti agenda Outdoor Learning sekaligus praktik Manasik Haji, sebuah kegiatan pembelajaran yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung mengenai pelaksanaan rukun Islam kelima.
Tiga kelompok besar, yakni kelas Abu Bakar, Umar bin Khottob, dan Utsman bin Affan, turut serta dalam kegiatan ini. Pemilihan Kebun Kurma sebagai lokasi bukan sekadar untuk berwisata, melainkan karena suasananya yang mendekati nuansa Timur Tengah. Di bawah teduhnya pohon kurma, siswa dapat lebih mudah menghayati prosesi ibadah haji secara menyeluruh.
Prosesi manasik dimulai dari area miqat, tempat siswa berkumpul dan membaca niat sebelum mengenakan pakaian ihram bagi peserta laki-laki. Selanjutnya mereka melakukan wukuf di Arafah, mendengarkan khutbah singkat, dan berdoa bersama.
Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi mabit di Muzdalifah, di mana siswa mengambil batu kerikil sebagai persiapan untuk melempar jumrah. Di titik berikutnya, mereka mempraktikkan lempar jumrah ke tiga pilar yang telah disiapkan, sebagai simbol perlawanan terhadap godaan setan.
Setelah itu, para peserta mengelilingi miniatur Ka’bah sebanyak tujuh putaran dalam prosesi thawaf ifadhah sambil melantunkan kalimat talbiyah. Rangkaian kegiatan diteruskan dengan sa’i, berlari-lari kecil dari bukit Shafa ke Marwah. Sebagai penutup, siswa melakukan tahalul secara simbolis melalui pemotongan sebagian rambut, menandai selesainya seluruh rangkaian manasik haji.
Internalisasi Nilai Agama
Kegiatan ini memiliki tujuan mendalam, lebih dari sekadar rutinitas tahunan. Pembelajaran dirancang untuk menginternalisasi nilai agama, menumbuhkan pemahaman siswa tentang makna ibadah haji secara kontekstual, sekaligus menumbuhkan kerinduan untuk mengunjungi Baitullah di masa mendatang.
Dalam prosesnya, siswa juga dilatih untuk mandiri, disiplin, serta memahami pembelajaran secara langsung melalui suasana alam yang khas dengan ekosistem tanaman kurma.
Usai rangkaian manasik, siswa memasuki sesi Edu-tour untuk menjelajahi area kebun seluas 6,3 hektare. Mereka melihat berbagai jenis kurma dari berbagai negara, mulai dari Ajwah atau Kurma Nabi, Barhee, hingga Lulu.
Para pendamping menjelaskan bagaimana pohon kurma mampu tumbuh subur di iklim tropis Indonesia, sekaligus memperkenalkan tanaman-tanaman yang disebut dalam Al-Qur’an seperti pohon Tin, Zaitun, dan Siwak.
Para peserta juga mengunjungi Showroom Kurmapedia dan Kurma Park untuk mempelajari sejarah panjang buah kurma dalam tradisi para Nabi serta mendapatkan wawasan tentang cara merawat tanaman dan mencegah serangan hama.
Setelah salat Dhuhur berjemaah dan makan siang bersama, suasana belajar berubah menjadi rekreasi. Sebagian siswa langsung menuju kolam renang, sementara yang lain memilih berkeliling kebun dengan sepeda. Ada juga yang berburu camilan berbahan dasar kurma yang dijajakan di berbagai sudut area wisata. Keceriaan anak-anak terlihat jelas sepanjang sesi bebas ini.
Bagi para siswa, pengalaman ini meninggalkan kesan mendalam. Mutiara, siswi kelas 5 Umar bin Khottob, mengaku sangat antusias. Ia mengungkapkan bahwa momen thawaf dan lempar jumrah menjadi bagian paling berkesan karena suasananya seolah berada di Arab sungguhan dengan latar pohon kurma yang menjulang.
Salah satu guru pendamping, Lia Eka Yani, turut merasa bersyukur atas antusiasme peserta. Meski cuaca cukup terik, semangat para siswa tidak surut dan tetap mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Ia berharap pengalaman ini dapat membekas dalam ingatan mereka.
Kegiatan Outdoor Learning ini menunjukkan bahwa belajar tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Dengan terjun langsung ke lapangan, siswa justru memperoleh pengalaman yang lebih konkret dan bermakna tentang betapa besar perjuangan dalam menjalankan ibadah haji. Sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus menjadi bagian penting dari proses pembelajaran di masa mendatang. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments