Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Outdoor Learning Sekolah Kreatif Baratajaya Ajak Siswa Belajar Mengolah Hasil Laut

Iklan Landscape Smamda
Outdoor Learning Sekolah Kreatif Baratajaya Ajak Siswa Belajar Mengolah Hasil Laut
Para siswa kelas I saat mengamati hasil laut yang dikeringkan jadi kerupuk. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Sebanyak 96 siswa kelas I Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Baratajaya Surabaya antusias berkeliling di kampung nelayan Kenjeran Surabaya. Kegiatan ini bingkai dalam Outdoor Learning, pada Rabu (28/1/2026).

Bertema “Belajar di Kampung Nelayan”, kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran siswa untuk mengenal salah satu profesi atau mata pencaharian yang ada di sekitar mereka sesuai dengan subtema pembelajaran di kelas yang sedang berlangsung.

Kegiatan ini diadakan di dua tempat. Lokasi pertama di kampung nelayan Kenjeran kawasan pesisir di jalan Sukolilo Baru dan lokasi kedua di Sentra Ikan Bulak yang lokasinya berdekatan. Tepatnya di dekat Pantai Kenjeran Surabaya sebelah barat Taman Suroboyo, Jl Cumpat Kulon No 1 Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak.

Guru Kelas I Sekolah Kreatif SDM 16 Surabaya, Asti Warudjuningtyas, S.Psi mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengenal secara langsung kehidupan dan pekerjaan nelayan.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran siswa untuk mengetahui sumber makanan laut seperti terung, teripang dan hasil laut lainnya.

“Belajar menghargai kerja keras nelayan dalam mencari nafkah,” ucapnya.

Selanjutnya, Asti sapaan akrabnya mengatakan, kegiatan ini juga untuk mengenal lingkungan pesisir dan laut sebagai ciptaan Allah yang harus dijaga.

“Menumbuhkan rasa syukur, peduli, dan cinta terhadap lingkungan sekitar. Serta melatih sikap tertib, sopan, dan bekerja sama saat kegiatan di luar sekolah,” terangnya.

Outdoor learning ini merupakan implementasi dari tema profesi, selain itu merupakan pembelajaran kontekstual, di mana siswa belajar secara langsung melalui pengalaman nyata di lingkungan sekitar.

“Kegiatan ini juga mendukung penguatan Profil Pelajar Pancasila, khususnya dalam menumbuhkan sikap peduli lingkungan, gotong royong, dan rasa syukur terhadap ciptaan Allah,” jelas Asti

Cara Mengolah Hasil Laut

Di lokasi pertama di kampung nelayan Sukolilo Kenjeran, Mulyani, salah satu pengolah hasil laut mengatakan, ikan hasil tangkapan bisa dijadikan olahan ikan kering, ikan asin dan kerupuk.

Dalam kesempatan ini, Bu Mul, sapaan akrab Mulyani mengenalkan beberapa hasil laut yaitu teripang dan terung.

“Terung laut cenderung berbentuk bulat (seperti bola tenis) dan berwarna putih,” ucapnya.

Sedangkan Teripang, lanjut dia, berbentuk lonjong atau panjang, berwarna coklat gelap atau hitam. Cairan teripang atau gamat bisa diajadikan obat alami karena kaya akan nutrisi seperti kolagen dan zat anti-inflamasi. Selain itu, keduanya sering diolah menjadi kerupuk dengan pengolahan yang rumit.

Cara mengolah teripang dan terung menjadi kerupuk membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Pertama-tama, teripang dan terung dibersihkan terlebih dahulu dengan membelah tubuhnya. Kemudian isi perutnya dibuang dan dicuci hingga bersih,” katanya.

Selanjutnya, rebus teripang dengan air mendidih. “Ulangi perebusan untuk melunakkan dan membersihkan kembali kulitnya. Setelah itu iris kecil-kecil dan dijemur atau dikeringkan di bawah terik matahari langsung sampai kering sekali jadi mengecil,” ujarnya.

Kemudian, teripang dan terung kering siap digoreng dengan pasir.

“Proses menggorengnya dilakukan dua kali karena kalau langsung digoreng sekali bisa gosong. Setelah itu tunggu beberapa menit baru digoreng dengan minyak goreng hingga mengembang,” jelasnya.

Proses Pengasapan Ikan

Di lokasi kedua, Pemandu Sentra Ikan Bulak, Pak Munir menjelaskan proses pengasapan ikan. Ikan asap yang biasanya diasap di sentra ini adalah ikan patin dan tuna.

“Sebelum diasap, ikan dicuci terlebih dahulu. Lalu dipotong-potong menjadi beberapa bagian. Kemudian, ikan ditusuk seperti sate menggunakan bambu. Setelah itu, ikan siap diasap dan dibolak-balik supaya matang”, jelasnya.

Keenan Adika Pratama, siswa kelas I lumba-lumba mengaku senang bisa mengikut outdoor learning ini.

“Kegiatannya seru! Aku dan teman-teman jadi tahu profesi nelayan secara langsung. Selain itu aku juga tahu cara mengolah hasil laut,” ungkapnya.

Selesai menyimak penjelasan cara mengolah hasil laut dari narasumber, para siswa menyicipi kerupuk hasil laut yang sudah matang. Selanjutnya, seusai outdoor anak-anak diminta untuk membuat laporan kegiatan di hari berikutnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu