Komunitas One Week One Juz (OWOJ) di bawah naungan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Batu menggelar tasyakuran sekaligus kajian spesial menyambut khataman putaran ke-4, Sabtu (10/1/2026), di Masjid Al-A’raf, Junrejo, Kota Batu.
Acara bertema “Menjadi Nafsul Muthmainnah (Insan dengan Jiwa yang Tenang)” ini dihadiri 83 peserta serta sejumlah admin dari wilayah Batu dan Malang Raya.
OWOJ merupakan gerakan mengaji dengan metode 5T yakni Tilawah, Terjemah, Tadabur, Terfahamkan, dan Teramalkan. Tasyakuran ini menjadi apresiasi bagi jamaah yang telah konsisten menyelesaikan putaran keempat bacaan Al-Qur’an.
Ketua OWOJ, Nurhayati, dalam sambutannya memberikan penghargaan kepada anggota atau OWOJER yang telah menyelesaikan bacaan Al-Qur’an.
“Ini bukti cinta kita kepada Allah dan Rasul, sekaligus bekal meraih surga,” ujarnya.
Acara dilanjutkan dengan sambutan penuh hikmah dari Penasihat OWOJ, KH. Dr. Nurbani Yusuf, M.Si., yang menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, melainkan sumber ketenangan dan pedoman solutif bagi setiap persoalan hidup.
“Gerakan OWOJ adalah bentuk lifelong learning dalam memahami dan mengamalkan Kalamullah. Setiap juz yang kita khatamkan harus meresap ke hati, mengubah cara pandang, dan menjadi petunjuk praktis menghadapi dinamika hidup,” jelasnya.
Kiai Nurbani Yusuf menambahkan bahwa Al-Qur’an adalah asy-syifa (obat) dan al-huda (petunjuk) yang hakiki. Ia mengajak para OWOJER menjadikan interaksi dengan Al-Qur’an sebagai kebutuhan ruhiyah harian untuk menenangkan jiwa di tengah gempuran masalah.
“Di era penuh kegaduhan ini, hanya dengan merutinkan tilawah, memahami maknanya, dan mengamalkan ajarannya, kita bisa meraih nafsul muthmainnah, jiwa yang tenang karena selalu terhubung dengan Allah,” pesannya.
Ia juga mengapresiasi langkah strategis PDA Kota Batu yang memfasilitasi gerakan OWOJ, berharap komunitas ini terus berkembang dan menjadi teladan bagi masyarakat dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an secara nyata dan berdampak sosial.
Acara diisi dengan tahsin, ramah tamah, serta sambutan dari Ketua PDA Batu, Nurul Wahidah, dan Koordinator OWOJ Malang, Bunda Yatik, yang semakin memperkuat komitmen Aisyiyah dalam membina komunitas muslimah produktif secara spiritual melalui pendalaman Al-Qur’an yang rutin dan terstruktur.
Kajian utama disampaikan oleh Ustaz Luqman Hakim secara interaktif. Ia menjelaskan bahwa tujuan utama interaksi dengan Al-Qur’an adalah meraih ketenangan jiwa yang menjadi tiket masuk surga.
“Kunci utamanya adalah menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup (Al-Huda) dalam setiap situasi, sekaligus menerima takdir dengan ucapan ‘Alhamdulillah’,” paparnya.
Acara semakin meriah dengan sesi tahsin bersama Ustazah Asma, doorprize, dan ramah tamah. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh dan Keterjihan PDA Batu ini merupakan wujud komitmen membina komunitas muslimah yang religius, solid, dan konsisten dalam mengkaji Al-Qur’an. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments