Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat perannya dalam menyiapkan guru masa depan yang adaptif dan profesional. Hal tersebut ditandai dengan penutupan Program Magang Center of Excellence (CoE) sekaligus penandatanganan kerja sama pendidikan, Kamis (11/12/2025).
Kegiatan yang digelar di Aula PDM Bojonegoro ini melibatkan Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal (PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro serta empat sekolah Muhammadiyah. Momentum ini menjadi langkah strategis memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan di daerah.
Perkuat Sinergi Kampus dan Sekolah Muhammadiyah
Penutupan magang CoE PAI UMM dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Prodi PAI UMM dengan Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Bojonegoro serta empat sekolah mitra. Keempat sekolah tersebut yakni SMP Muhammadiyah 2 Bojonegoro, SMP Muhammadiyah 4 Balen Bojonegoro, MTs Muhammadiyah 1 Banjaranyar, dan MI Muhammadiyah 26 Mudung Bojonegoro.
Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi penguatan pelaksanaan pendidikan, pengembangan pembelajaran, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah Muhammadiyah.
Kaprodi PAI: Magang Bukan Akhir Pembelajaran
Ketua Prodi PAI UMM, Zulfikar Yusuf, M.Pd.I., menegaskan bahwa penutupan magang CoE bukanlah akhir dari proses pembelajaran mahasiswa. Justru, pengalaman langsung di sekolah mitra menjadi bekal penting dalam membentuk karakter calon pendidik yang adaptif dan kontekstual.
“Pengalaman lapangan inilah yang akan membentuk mahasiswa menjadi guru yang kreatif, relevan dengan kebutuhan zaman, dan siap menghadapi dinamika dunia pendidikan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa kerja sama yang terjalin harus berorientasi pada program konkret dan berkelanjutan, bukan sekadar seremoni penandatanganan.
Dekan FAI: Kampus Harus Hadir Jadi Solusi
Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UMM, Dr. Imamul Hakim, M.Sh., menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata komitmen FAI UMM dalam mengimplementasikan konsep link and match antara dunia akademik dan praktik pendidikan di lapangan.
Menurutnya, kampus tidak boleh terjebak pada teori semata, melainkan harus hadir langsung menjawab persoalan riil yang dihadapi sekolah.
“Kampus harus turun tangan dan menjadi bagian dari solusi atas tantangan pendidikan yang ada di masyarakat,” ujarnya.
PDM Bojonegoro Sambut Positif Kerja Sama
Dari pihak mitra, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Bojonegoro, Mustadjid, S.Ag., menyambut positif kerja sama tersebut. Ia berharap kolaborasi ke depan dapat diperluas, tidak hanya dalam bentuk magang mahasiswa, tetapi juga mencakup riset bersama dan inovasi pembelajaran.
“Kehadiran mahasiswa PAI UMM membawa semangat baru di sekolah. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut secara berkesinambungan,” tuturnya.
Komitmen PAI UMM untuk Pendidikan Islam Berkualitas
Melalui penutupan magang CoE dan penandatanganan kerja sama ini, Prodi PAI UMM menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan Islam. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan pendidik yang berlandaskan nilai keislaman dan kemuhammadiyahan, sekaligus responsif terhadap perkembangan zaman. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments