Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pak Koes: Jejak Kebaikanmu Tidak Akan Pernah Hilang

Iklan Landscape Smamda
Pak Koes: Jejak Kebaikanmu Tidak Akan Pernah Hilang
Koesworo, Wakil Ketua PCM Mojoroto. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Mungkin judul ini yang paling pantas menggambarkan sosok dan kebaikanmu. Hari ini, keluarga besar Muhammadiyah Kota Kediri berduka. Kita kehilangan salah satu tokoh yang begitu luar biasa. Koesworo, Wakil Ketua PCM Mojoroto, sosok yang tak pernah lelah menghidupi dan memajukan gerakan Muhammadiyah.

‎Beliau dikenal sebagai pribadi yang sangat humble, mudah bergaul, dan tidak pernah merasa lebih tinggi dari siapapun. Setiap kata yang keluar dari lisannya selalu menyejukkan, setiap langkahnya membawa semangat dakwah dan kemajuan. Beliau tidak pelit ilmu, selalu terbuka untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada siapa pun yang ingin belajar.

‎Sebagai owner Neptune, sekolah kapal pesiar yang telah melahirkan banyak lulusan berprestasi, beliau bukan hanya membangun lembaga pendidikan, tapi juga membangun mimpi dan masa depan banyak anak muda. Dedikasinya bukan sekadar dalam kata, tapi nyata dalam karya dan keteladanan.

‎Bahkan di akhir hayatnya, semangat ibadah beliau masih begitu kuat. Diceritakan oleh putra pertamanya, M. Nabil Ronardi, sebelum menghembuskan napas terakhir beliau sempat meminta untuk bisa melaksanakan shalat tahajud. Namun karena kondisi fisiknya yang sudah tak memungkinkan, akhirnya beliau dibawa ke RS Ratih Kediri. Tepat Sekitar pukul 02.00 dini hari, beliau kembali kepada Sang Khalik dengan tenang.

‎Kepergian beliau meninggalkan duka yang mendalam. Tidak hanya bagi keluarga, tetapi bagi seluruh sahabat, rekan seperjuangan, dan setiap orang yang pernah berjumpa dengannya. Karena setiap orang yang mengenal Pak Koes pasti akan sepakat — beliau adalah sosok yang menginspirasi, yang selalu menebar semangat kebaikan di manapun berada.

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُّبِينٍ

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)” (QS. Yasin: 12).

‎Ayat ini seakan menjadi pengingat bahwa jejak kebaikan tidak akan pernah hilang. Setiap amal, setiap ilmu, dan setiap bimbingan yang beliau berikan akan terus mengalir menjadi amal jariyah.

Teladan Hidup

‎Pengalaman yang sama juga dirasakan oleh banyak orang, salah satunya oleh Bintan Adi Nugroho, atau akrab disapa Bintan. Dengan penuh haru, ia mengenang bahwa Pak Koesworo adalah sosok guru yang tak sengaja saya temui pertama kali di Masjid Mujahidin. Saat itu saya mendapat tugas dari Kepala Panti, Pak Prapto, untuk menjadi imam salat Magrib dan Isya di masjid tersebut.

‎Pertama kali kami berbincang adalah setelah selesai salat Magrib, ketika saya menghampiri beliau usai membaca al Quran dan berjabat tangan. Dari perkenalan itu, percakapan kami berkembang, dan beliau mulai bercerita tentang perjuangan hidupnya.

Beliau pernah menjadi dosen, namun memilih untuk resign demi mewujudkan ilmu ekonomi yang lebih nyata di masyarakat. Beliau jugalah pendiri Neptune Cruise di Kediri, kursus sekolah perhotelan kapal pesiar yang terkenal.

Iklan Landscape UM SURABAYA

‎Sejak saat itu, setiap habis Magrib saya selalu menghampiri beliau. Dengan sabar beliau mengajarkan saya dasar-dasar ilmu ekonomi yang mudah saya pahami hingga hari ini.

“Tak hanya teori, beliau juga memberi tantangan langsung: saya diberi modal 10 botol madu untuk dijual, sebagai latihan mental dan kemandirian. Saya menerima tantangan itu dan menawarkan madu kepada siapa pun yang saya temui dosen, bapak-bapak, ibu-ibu, di kampus, di pengajian, di mana saja,” jelasnya.

‎Pengalaman itu sangat luar biasa dan berkesan. Beliau menanamkan kepada saya nilai penting tentang kemandirian, kerja keras, dan kejujuran dalam mencari rezeki.

Motivasi dan Nasehat

Kesaksian serupa datang dari Nico Perlambang Agung eks Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kota Kediri, pria tersebut menuturkan bahwa Pak Koesworo selalu membantu kegiatan Ortom.

“Beliau tidak hanya sekadar memberikan motivasi dan nasehat tapi beliau juga selalu rutin memberikan bantuan biaya untuk kegiatan Pemuda bahkan sejak saya di IMM,” paparnya.

Selain itu beliau juga punya kebiasaan selalu memakai peci, pernah beliau sampaikan kenapa saya sering pake peci. Karena biar ketika dengar adzan, saya langsung bergegas ke masjid.

‎Kisah sederhana itu mencerminkan siapa sebenarnya Pak Koesworo, seorang pendidik yang menyalakan semangat belajar dan berdikari dalam diri banyak orang. Bagi beliau, dakwah tidak hanya lewat mimbar, tapi juga melalui teladan hidup, kerja nyata, dan keberanian untuk berbagi ilmu. Masih banyak kisah kebaikan yang dilakukan beliau, tapi inilah sedikit kisah kebaikan yang bisa penulis tuliskan.

‎”Terima kasih, Pak Koes, atas semua jejak kebaikan yang telah panjenengan tinggalkan. Semoga amal ibadah panjenengan diterima oleh Allah SWT, diampuni segala khilaf, dan ditempatkan di surga terbaik di sisi-Nya,” pungkasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu