Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pakar Hadis Prof. Zainuddin Kupas Sejarah Salat Tarawih dalam Kultum di Masjid Al-Ikhlas Wonorejo

Iklan Landscape Smamda
Pakar Hadis Prof. Zainuddin Kupas Sejarah Salat Tarawih dalam Kultum di Masjid Al-Ikhlas Wonorejo
Prof. Zainuddin saat menyampaikan kultum. Foto: Istimewa.
pwmu.co -

Suasana penuh khidmat menyelimuti Masjid Al-Ikhlas Wonorejo, Surabaya pada Rabu (4/3/2026) malam. Para jamaah mengikuti salat Isya dan Tarawih berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan Kuliah Tujuh Menit (kultum) spesial oleh pakar hadis, Prof. Dr. Zainuddin.

Dalam tausiyahnya, ia mengangkat tema tentang sejarah pelaksanaan salat Qiyamu Ramadan (tarawih) pada masa Nabi Muhammad SAW.

Ia menjelaskan bahwa salat malam di bulan Ramadan memiliki dasar yang kuat dalam sunnah Rasulullah SAW dan menjadi bagian dari syiar ibadah yang sangat dianjurkan.

“Qiyamu Ramadan atau yang kita kenal dengan salat Tarawih, merupakan ibadah yang pertama kali dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Dalam beberapa riwayat hadis shahih, Nabi melaksanakan salat malam Ramadan secara berjamaah bersama para sahabat selama beberapa malam,” jelasnya di hadapan para jamaah.

Namun, lanjutnya, pada malam-malam berikutnya Rasulullah SAW tidak keluar untuk memimpin salat berjamaah. Hal itu bukan karena meninggalkan ibadah, melainkan karena kekhawatiran beliau bahwa salat tersebut akan diwajibkan bagi umatnya.

Ia menegaskan bahwa setelah wafatnya Rasulullah SAW dan terputusnya wahyu, para sahabat kemudian melaksanakan salat Tarawih secara berjamaah dengan lebih terorganisir.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Zainuddin juga menekankan pentingnya memahami dimensi spiritual dalam Qiyamu Ramadan. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang berbunyi: “Barangsiapa yang melaksanakan qiyam Ramadan dengan iman dan penuh pengharapan pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Menurutnya, hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan salat malam di bulan suci.

Ia juga mengingatkan jamaah agar tidak menjadikan Tarawih sekadar sebagai rutinitas tahunan. Sebaliknya, ibadah ini sebaiknya dijadikan momentum untuk memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an, memperbanyak doa, dan meningkatkan keimanan.

Kultum yang berlangsung sekitar 20 menit tersebut disambut antusias oleh jamaah yang memenuhi shaf hingga ke serambi masjid. Pengurus Masjid Al-Ikhlas menyampaikan apresiasi atas kehadiran Zainuddin yang telah memberikan pencerahan baik secara ilmiah maupun spiritual kepada masyarakat Wonorejo.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan Ramadan 1447 H di Masjid Al-Ikhlas Wonorejo akan semakin semarak dengan peningkatan ilmu, ibadah, dan penguatan ukhuwah Islamiyah. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu