Pakar Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) I. Wayan Titib Sulaksana, SH, MS menyambut positif langkah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur yang akan memberikan penghargaan kepada keluarga Marsinah, aktivis buruh yang gugur dalam perjuangan hak-hak pekerja pada 1994.
Menurut Wayan, penghargaan tersebut sangat layak diberikan mengingat Marsinah adalah salah satu figur paling penting dalam sejarah perjuangan buruh di Indonesia.
“Saya yang penah menjadi tim kuasa hukum Marsinah menyatakan salut karena Muhammadiyah memberikan penghargaan kepada keluarga Marsinah. Sampaikan salam saya kepada semua pengurus wilayah Muhammadiyah,” ujarnya kepada PWMU.CO, Kamis (27/11/2025).
Wayan menilai Marsinah adalah simbol ketulusan dan keberanian. Ia berjuang melawan berbagai bentuk ketidakadilan terhadap buruh, kelompok yang selama ini kerap dianggap sebagai warga kelas dua bahkan kelas tiga dalam struktur sosial.
“Marsinah tidak pernah memikirkan dirinya sendiri. Syaraf takutnya sudah putus. Ia berjuang demi kehormatan, kesejahteraan, dan hak-hak buruh agar setara dengan pegawai negeri sipil,” ungkapnya.
Wayan a mengenang bagaimana Marsinah sendirian datang untuk memperjuangkan nasib rekan-rekannya di hadapan para penguasa pada masa itu. Dengan kepribadian yang kuat dan keberanian menghadapi risiko besar di era penuh tekanan, Marsinah menjadi pelita bagi banyak buruh.
“Marsinah top figure pejuang buruh Indonesia,” tegasnya.
Wayan berharap hadirnya penghargaan dari PWM Jatim ini dapat menghidupkan kembali semangat perjuangan buruh yang jujur dan tulus sebagaimana dicontohkan Marsinah.
“Mudah-mudahan ada Marsinah-Marsinah baru yang berjuang dengan ketulusan,” harapnya.
Hal senada disampaikan Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya, Satria Unggul Wicaksana Prakasa, MH. Dia menilai langkah PWM) Jatim yang turut memberikan penghargaan kepada keluarga Marsinah sebagai sikap yang patut diapresiasi.
“Ini sejalan dengan nilai dasar Muhammadiyah dalam menegakkan keadilan serta membela kelompok tertindas,” katanya.
Satria berharap keteladanan Marsinah dapat menginspirasi para alumni sekolah Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
“Kita berharap lulusan Muhammadiyah tidak hanya sukses bekerja di berbagai bidang, tetapi juga memiliki spirit keberanian yang diwariskan Marsinah. Spirit memperjuangkan kelompok lemah, spirit menyampaikan kebenaran, apa pun risikonya,” tegasnya.
Dengan penghargaan yang diberikan negara dan Muhammadiyah, semangat perjuangan Marsinah diharapkan terus hidup, menjadi inspirasi untuk membangun generasi yang berani, jujur, dan berpihak pada mereka yang membutuhkan keadilan.
Satria juga menyatakan menyambut positif keputusan Presiden Republik Indonesia menetapkan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional.
Menurutnya, penghargaan itu menjadi kabar baik sekaligus pengakuan penting atas perjuangan seorang aktivis buruh yang dibunuh pada 1994 karena membela hak-hak rekan kerjanya di pabrik arloji di Sidoarjo.
Satria menegaskan bahwa penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional bukan hanya bentuk penghormatan terhadap keberanian seorang perempuan muda, tetapi juga memiliki makna khusus bagi Muhammadiyah.
Marsinah merupakan alumni SMA Muhammadiyah di Nganjuk, dan hal ini, menurutnya, menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Muhammadiyah tidak sekadar menjalankan aktivitas pendidikan secara rutin.
“Ini membuktikan bahwa pendidikan di Muhammadiyah tidak hanya business as usual. Di sana diajarkan nilai keberanian, kejujuran, dan makna menyampaikan kebenaran,” ujarnya.
Untuk diketahui, PWM Jatim akan memberikan apresiasi dan penghargaan kepada keluarga Marsinah, Pahlawan Nasional, dalam rangkaian Peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah dan Konsolidasi Organisasi PWM Jatim, Sabtu (29/11/2025) mendatang. Acara akan dipusatkan di Aula Mas Mansur, Gedung PWM Jatim, Jalan Kertomenanggal IV/1, Surabaya.
Ketua PWM Jatim Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM mengungkapkan bahwa pemberian penghargaan kepada keluarga Marsinah merupakan bentuk pengakuan atas keteladanan perjuangan Marsinah dalam membela keadilan, keberanian moral, dan hak-hak kemanusiaan.
“Karena negara telah memberikan apresiasi tertinggi kepada Marsinah melalui penganugerahan gelar Pahlawan Nasional, PWM Jawa Timur merasa memiliki tanggung jawab moral untuk turut memberikan penghormatan serupa. Pengakuan negara ini sekaligus menegaskan bahwa perjuangan Marsinah bukan hanya milik masa lalu, tetapi menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa dalam menegakkan keadilan bagi kaum pekerja,” katanya (*)





0 Tanggapan
Empty Comments