Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pakar Pendidikan UM Surabaya Menilai Positif Kebijakan Wajib Belajar Sehari dalam Seminggu untuk Guru

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Aturan guru wajib belajar. (Istimewa/PWMU.CO)
Aturan guru wajib belajar. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Dirjen GTK) mengeluarkan kebijakan baru yang berlaku untuk semua jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB. Kebijakan ini tercantum dalam Surat Edaran nomor 5684/MDM.B1/HK.04.00/2025 mengenai Hari Belajar Guru, yang mewajibkan setiap guru untuk mengalokasikan waktu satu hari dalam seminggu untuk belajar.

Dilansir dari web um-surabaya.ac.id, Achmad Hidayatullah seorang pakar pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), menilai bahwa kebijakan ini merupakan program yang baik, terutama jika pemerintah mewajibkan guru untuk terus belajar.

Artinya, kata Dayat ada upaya dari pemerintah untuk membantu guru dalam membangun habitus belajar.  
“Saya harap kebijakan tersebut bukan hanya sebuah instruksi, tetapi membangun sistem beliefs bahwa perubahan dan peningkatan mutu pendidikan tidak akan tercapai tanpa adanya peningkatan kualitas dan upaya belajar sepanjang hayat oleh guru,” papar Dayat Senin (28/04/2025).

Lebih lanjut, kata Dayat seringkali ada temuan-temuan terbaru terkait topik, metode, media pembelajaran dari para peneliti yang kadang tidak terbaca oleh guru.

“Jadi saya pikir, kebijakan ini setidaknya memberi kesempatan bagi guru untuk belajar, meminjam istilah Paulo Freire, kebijakan ini mendorong guru untuk “refleksi kritis”, bahwa guru perlu belajar dan membaca termasuk realitas siswa dan sekolah,” jelasnya. 

Dengan demikian, kata Dayat guru bisa menyampaikan materi dengan baik dan tidak kehilangan relevansinya dengan kehidupan. 

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Jadi membangun habitus belajar bagi guru artinya menciptakan kondisi dimana profesionalitas guru berkembang sesuai dengan realitas yang berkembang,” tutupnya.

Namun ada catatan yang perlu diperhatikan, bahwa kebijakan ini juga perlu seimbang dengan beban guru. Mungkin beban administrasi guru dipermudah agar mereka memiliki waktu untuk belajar dan berdiskusi. Jangan sampai dorongan belajar tersebut berbanding terbalik dengan beban kerja. (*)

Penulis Amanat Solikah Editor Azrohal Hasan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu