Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PAN Jatim Dilantik, Ini Target Kursi Pemilu

Iklan Landscape Smamda
PAN Jatim Dilantik, Ini Target Kursi Pemilu
pwmu.co -
Pelantikan PAN Jatim, Sabtu malam.

PWMU.CO- PAN (Partai Amanat Nasional) Jawa Timur siap bertarung di Pileg 2024 mendatang. Partai yang lahir dari rahim Gerakan Reformasi 1998 itu menargetkan perolehan 11 kursi DPR RI, 14 kursi DPRD Provinsi, dan 1 kursi di setiap Dapil Kota dan Kabupaten se-Jawa Timur.

Tekad itu dicanangkan pada Pelantikan DPW PAN dan DPD PAN se-Jatim periode 2020-2025 sekaligus Rakerwil yang digelar di The Westin Hotel Surabaya, Sabtu (11/12/2021). Hadir pada kesempatan itu Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Ketua Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama Jatim KH Marzuki Mustamar, dan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim KH Saad Ibrahim.

“Kami ingin menjadikan Jawa Timur sebagai basis PAN. Semua komponen partai harus bekerja keras dengan menjalin sinergi dengan semua kekuatan sosial yang ada. Dua tahun ke depan bukan waktu yang panjang karena Pileg rencananya digelar Februari 2024,” tandas Ketua DPW PAN Ahmad Rizki Sadig.

Pada Pileg 2019 lalu DPW PAN berhasil mengusung 5 kursi DPR RI dan 6 kursi DPR Provinsi, dan puluhan kursi DPRD Kota/Kab. Menurut Rizki, target yang dicanangkan DPW sangat realistis mengingat Jawa Timur merupakan kantong suara Pemilu yang gemuk dan sejauh ini menjadi barometer dinamika politik nasional.

Sementara itu dalam Pidato Kebangsaan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan menegaskan, sebagai partai tengahan yang moderat, rasional, dan relijius PAN akan senantiasa mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat sekaligus mengontrol kebijakan pemerintah agar tetap berada dalam koridor Pancasila dan nilai-nilai agamis.

“Bangsa dan negara ini didirikan oleh para tokoh bangsa dan ulama dalam sejarah yang sangat panjang. Bahkan Muhammadiyah dan Nahdhatul memiliki kontribusi sangat besar dalam perumusan ideologi Pancasila dan terbentuknya NKRI. Para pendiri bangsa ini telah memilih jalan tengah, khususnya dalam pencoretan tujuh kata dalam Piagam Jakarta,” Wakil Ketua MPR itu mengingatkan.

Sebab itu, ia mengajak seluruh komponen bangsa agar segera mengakhiri perdebatan yang tidak produktif dan berlebihan sebagai imbas Pilpres 2019 lalu. “Lebih baik ke depan kita fokus pada persoalan nasional yang masih jauh dari cita-cita ideal, seperti kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan rata-rata penduduk, dan liberalisasi kehidupan sosial,” terangnya.

Kunjungi PWM


Zulhas mengapresiasi kehadiran dua tokoh penting Jatim KH Saad Ibrahim dan KH Marzuki Mustamar dalam pertemuan itu. Hal ini disebutnya sebagai simbol kekuatan dua pilar bangsa dan negara yang dapat memecahkan setengah problematika Jawa Timur. Ia juga telah mengajak jajaran DPP dan DPW bersilaturahim ke kantor kedua ormas itu Jumat (10/12/2021).

Saat bertemu di PWM Jatim, Zulhas mengajak kader-kader Muhammadiyah yang terdidik, terlatih dan berintelektual agar bisa ikut mewarnai politik. Perjuangan politik sekarang ini digambarkan sebagai lahan perjuangan yang makin keras. “Sedangkan demokrasi makin jauh dari cita-cita, di antaranya telah menciptakan kesenjangan dalam banyak bidang kehidupan. Siapa yang kuat, dia yang memang,” jelasnya.

KH Saad Ibrahim pada saat yang sama memberikan pesan agar semua perjuangan dalam hidup, utamanya politik, selalu diniatkan berkhidmat untuk agama dan kemaslahatan umat. Muhammadiyah, lanjut Saad, telah mengambil jarak yang sama dengan semua partai politik tanpa mengurangi komunikasi politik dalam menyelesaikan persoalan bangsa dan negara.

Pada acara pelantikan, Saad mempertegas pesannya agar semua elemen strategis bangsa senantiasa bersinergi dan bersatu dalam memproyeksikan agenda bangsa ke depan. “Kita harus bangun kohesivitas bangsa ini dengan kuat tanpa ada salah satu elemen yang menafikan atau merasa paling terdepan dari yang lain,” terangnya.

KH Marzuki Mustamar juga berpesan agar sekitar 207 juta penduduk muslim Indonesia menjadi perhatian dengan segala problematikanya. Sebagai umat mayoritas akan selalu menjadi korban pertama bila persatuan dan kesatuan bangsa terkoyak. Sebab itu, ia mengajak agar semua kekuatan politik ikut menjaga keutuhan NKRI sambil menghindari segala sikap dan tindakan yang menciptakan kegaduhan dan perpecahan.

Penulis Ainur RS, Imam Sahroni Editor Sugeng Purwanto

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu