Rangkaian acara Orientasi Pelatih Tunas Athfal di Kabupaten Kediri resmi ditutup dengan penyampaian materi tentang Upacara Pembukaan dan Penutupan Latihan Tunas Athfal. Materi ini disampaikan oleh Ramanda Khoirul Anam SPd, pada Sabtu (9/8/2025) mulai pukul 13.30 hingga 15.00 WIB di aula dan lapangan SD Muhammadiyah 2 Assalam Gurah.
Sesi dimulai dengan pemaparan materi melalui slide presentasi selama kurang lebih 15 menit. Penjelasan mencakup tata cara, urutan, dan makna dari setiap prosesi dalam upacara pembukaan dan penutupan latihan Tunas Athfal.
Usai pemaparan di dalam ruangan, peserta diarahkan menuju lapangan untuk melakukan simulasi langsung. Meski cuaca terik karena musim kemarau, antusiasme peserta tidak surut. Semangat mereka terlihat jelas saat mengikuti instruksi dengan penuh perhatian.
Dalam praktik lapangan, Ramanda Khoirul Anam didampingi oleh Ramanda Saiful, salah satu pimpinan Kwarda Hizbul Wathan Kabupaten Kediri. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing mempraktikkan upacara sesuai tata cara yang telah dipelajari.
Setelah simulasi, Ramanda Anam memberikan umpan balik kepada setiap kelompok serta mengajukan beberapa pertanyaan seputar materi. “Bagi yang bisa menjawab dengan benar, kami siapkan doorprize dari panitia,” ujarnya sambil tersenyum, menciptakan suasana hangat dan akrab.
Menjelang akhir sesi, Ramanda Anam berpesan, “Menjadi guru Hizbul Wathan di tingkat PAUD harus banyak sabar dan telaten, karena anak-anak PAUD cenderung lebih aktif dibanding anak-anak SD atau SMP.”
Sementara itu, Ramanda Saiful menegaskan pentingnya pembiasaan upacara sebelum latihan. “Latihan upacara ini sebaiknya dilaksanakan setiap kali memulai latihan. Hal ini sangat penting untuk membentuk kedisiplinan siswa,” terangnya.
Materi ini menjadi penutup dari seluruh rangkaian orientasi yang telah berlangsung sejak pagi. Tepat pukul 15.00 WIB, sesi berakhir dan dilanjutkan dengan penutupan orientasi. Para peserta pulang dengan semangat baru, membawa bekal pengetahuan dan keterampilan yang siap diterapkan di sekolah masing-masing.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan para pelatih Tunas Athfal semakin terampil, percaya diri, dan mampu membina anak-anak dengan penuh kesabaran, kedisiplinan, serta semangat kepanduan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments