
PWMU.CO – PA dan PP Al Mizan Muhammadiyah Lamongan menggelar pagelaran seni Panggung Gembira 639 pada Rabu (28/5/2025). Acara tersebut dihadiri oleh banyak tamu undangan, termasuk Ikatan Alumni Al Mizan dari setiap angkatan yang menyaksikan pertunjukan dengan khidmat.
Dalam acara Panggung Gembira tersebut, ditampilkan sejumlah penampilan yang sangat menarik. Salah satu penampilan yang paling fenomenal adalah musikalisasi puisi yang menyuarakan dukungan terhadap Palestina.
Ketua Panitia Panggung Gembira 639, Alif Dzulqarnain, menjelaskan bahwa tujuan menyuarakan Palestina melalui musikalisasi puisi ini adalah untuk membentuk pandangan khusus dalam paradigma masyarakat melalui seni, gaya bahasa, dan diksi yang indah.
“Dalam pagelaran seni Panggung Gembira 639 kali ini, kami tidak lupa menyuarakan dukungan terhadap Palestina dalam bentuk musikalisasi puisi. Walaupun ruang lingkup kami belum sebesar media lainnya, namun kami berharap dengan ikhtiar ini, dunia akan memandang bahwa Palestina berhak menjadi tanah yang merdeka,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan melalui penampilan nasyid berjudul Atuna Tufuli (berikan kami masa kecil) yang diiringi dengan drama tentang genosida yang dilakukan oleh Israel terhadap masyarakat Palestina yang sedang beribadah, bersekolah, dan mempelajari Al-Qur’an. Riyanto, selaku tamu undangan, memberikan komentarnya atas penampilan tersebut:
“Menurut saya, ini adalah hal yang sangat layak dicontoh. Daya kreativitas santri akhir kali ini sangat luar biasa dalam menyampaikan pesan tentang Palestina kepada dunia.”
Di sisi lain, Nasrullah, salah satu pengajar di Al Mizan, menyampaikan kesan bahwa menyuarakan Palestina melalui musikalisasi puisi dapat membuat dunia menyadari bahwa Palestina layak menjadi negara yang merdeka. Penampilan tersebut juga menjadi media untuk menyampaikan bahwa anak-anak Palestina berhak mendapatkan pendidikan dan kasih sayang yang sama seperti anak-anak di belahan dunia lainnya.
“Menyuarakan Palestina melalui penampilan seni menciptakan paradigma baru bagi dunia. Meskipun belum dapat menjangkau media internasional secara langsung, hal ini menjadi daya tarik tersendiri. Pendidikan dan kasih sayang harus diberikan secara setara kepada anak-anak Palestina, sebagaimana hak anak-anak lainnya,” jelas Nasrullah.
Terakhir, Nasrullah juga menambahkan harapan agar kreativitas dalam menyuarakan Palestina tidak hanya muncul pada momen s639, tetapi juga dapat diangkat dalam festival-festival lainnya. (*)
Penulis Fariz Zakariya Fauzan Editor M Tanwirul Huda







0 Tanggapan
Empty Comments